Saham Korea Selatan lanjutkan kenaikan tiga hari beruntun

Saham Korea Selatan lanjutkan kenaikan tiga hari beruntun

Pialang berbicara di depan papan elektronik yang menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) di ruang transaksi sebuah bank di Seoul, Korea Selatan, Jumat (13/3/2020). ANTARA/REUTERS/Kim Hong-Ji/am.

Seoul (ANTARA) - Saham Korea Selatan menguat dalam tiga hari perdagangan berturut-turut hingga hari Selasa karena investor asing dan ritel memborong saham.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 16,25 poin atau 0,52 persen menjadi menetap di 3.163,25. Volume perdagangan mencapai 1,9 miliar saham senilai 16,9 triliun won (15,3 miliar dolar AS).

Indeks KOSPI mengawali perdagangan dengan naik 0,15 persen dan kemudian melanjutkan kenaikan karena investor asing dan ritel menjadi pembeli bersih. Indeks KOSPI menyentuh level 3.180 poin di sesi perdagangan pagi.

Indeks utama, kemudan turun dengan karena investor institusional menjual saham senilai 674,9 miliar won (612,9 juta dolar AS).

Baca juga: Saham Korsel dibuka lebih tinggi, indeks KOSPI menguat 0,59 persen

Pembelian asing berlanjut untuk hari perdagangan ketiga berturut-turut, menopang reli saham baru-baru ini.

Saham berkapitalisasi besar berakhir beragam. Pemimpin pasar Samsung Electronics naik 0,8 persen, dan raksasa chip memori SK hynix naik 0,4 persen. Mesin pencari yang paling banyak digunakan Naver naik 2,2 persen, dan Kakao Corp., operator aplikasi seluler paling populer Kakao Talk, naik 2,4 persen.

Perusahaan kimia terkemuka LG Chem turun 1,2 persen, dan produsen baterai isi ulang Samsung SDI turun 0,3 persen. Raksasa biofarmasi Celltrion mundur 2,4 persen, dan Samsung BioLogics, unit farmasi Samsung Group, turun 0,5 persen.

Baca juga: Saham Korsel berakhir merosot, Indeks KOSPI jatuh 0,94 persen

Indeks KOSDAQ atas saham-saham berkapitalisasi kecil turun 4,23 poin, atau 0,43 persen, menjadi ditutup pada 977,74.

Mata uang lokal berakhir pada 1.100,1 won terhadap dolar AS (greenback), naik 1,3 won dari penutupan sebelumnya. Mata uang Korea Selatan terapresiasi untuk sesi kelima berturut-turut karena permintaan yang kuat untuk aset berisiko.

Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar