Kemenkeu: permintaan investor masih terjaga dalam lelang SUN

Kemenkeu: permintaan investor masih terjaga dalam lelang SUN

Surat Utang Negara (SUN) (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo)

Demand investor pada lelang kali ini terlihat masih cukup baik, tercermin dari bids yang masuk sebesar Rp60,8 triliun atau  dua kali dari yang dimenangkan.
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Keuangan menyatakan permintaan investor portofolio dalam lelang Surat Utang Negara (SUN) di pasar perdana masih terjaga seiring dengan tingginya penawaran yang masuk pada lelang SUN, Selasa.

"Demand investor pada lelang kali ini terlihat masih cukup baik, tercermin dari bids yang masuk sebesar Rp60,8 triliun atau  dua kali dari yang dimenangkan," kata Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kemenkeu, Deni Ridwan di Jakarta, Selasa.

Deni mengatakan fokus investor pada lelang SUN kali ini pada dua seri benchmark dengan tenor 5 dan 10 tahun yaitu FR0086 dan FR0087 dengan penawaran masuk hampir mencapai 51 persen dari seluruh total penawaran.

Baca juga: Pemerintah serap Rp30 triliun dari lelang SUN

"Incoming bids untuk kedua seri tersebut mencapai 50,9 persen dari total, di mana tenor 5 tahun merupakan seri yang paling diminati dengan permintaan yang masuk mencapai Rp15,9 triliun," katanya.

Ia menambahkan imbal hasil dalam lelang SUN masih bergerak beragam karena terdampak sentimen pasar global terutama kenaikan yield dari obligasi pemerintah AS (US Treasury).

Untuk SUN tenor jangka pendek, kata dia, terdapat kenaikan yield. Namun, hal sebaliknya terjadi pada imbal hasil SUN tenor jangka panjang yang turun karena adanya dukungan dari investor yang portfolionya fokus pada jangka panjang.

"Sebagai contoh, untuk SUN tenor 5 tahun Weighted Average Yield (WAY)-nya mengalami kenaikan sebesar 13 bps dan sebaliknya untuk WAY tenor 30 tahun terdapat penurunan sebesar 4 bps," katanya.

Baca juga: Kemenkeu: Minat investor kembali meningkat di lelang SUN awal Februari

Dalam lelang SUN pada Selasa (16/2), pemerintah menyerap dana Rp30 triliun dari lelang tujuh seri SUN di pasar perdana dengan penawaran masuk mencapai Rp60,8 triliun.

Penyerapan dana itu sudah dilakukan dengan mempertimbangkan yield Surat Berharga Negara (SBN) yang wajar di pasar sekunder serta rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2021, meski penawaran yang dimenangkan masih di bawah target indikatif Rp35 triliun.

Dengan adanya lelang ini, maka secara keseluruhan jumlah pembiayaan negara yang berasal dari lelang SUN selama Januari-Februari 2021 mencapai Rp145,95 triliun.

Pewarta: Satyagraha
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Luncurkan green sukuk ST-007, Kemenkeu targetkan biayai APBN

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar