Menristek: Ciptakan teknologi tepat guna adopsi revolusi industri 4.0

Menristek: Ciptakan teknologi tepat guna adopsi revolusi industri 4.0

Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro menyampaikan paparan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2021). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro berharap agar penciptaan atau pengembangan teknologi tepat guna dalam negeri mengadopsi perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0.

"Tantangan buat teman-teman di Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) bagaimana kita melahirkan teknologi tepat guna dengan menggunakan teknologi yang sesuai dengan revolusi industri 4.0," kata Menristek Bambang dalam acara pengumuman Pendanaan Penelitian untuk PTNBH yang ditayangkan secara virtual, Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan masih cukup banyak masyarakat Indonesia yang hidup di pedesaan dan bergantung pada sektor utama yakni pertanian. Mereka tentunya memerlukan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas mereka sehari-hari.

Baca juga: Menristek: Lahirkan inovasi baru untuk substitusi impor

Untuk itu, mereka membutuhkan teknologi tepat guna yang mudah dipakai, terjangkau, dan relevan sesuai kebutuhan dan karakter masing-masing daerah. Tapi bukan berarti teknologi tepat guna itu hanya yang sederhana tapi harus kemudian mengadopsi teknologi di era revolusi industri 4.0 tersebut.

Dengan demikian, penggunaan teknologi tersebut dapat berdampak pada peningkatan produktivitas dan efisiensi di sektor pertanian.

Misalnya, para peneliti dapat membuat traktor yang sudah mengadopsi teknologi digital bukan lagi traktor sederhana. Peneliti juga dapat membuat suatu teknologi untuk mendeteksi buah mangga yang matang dengan menggunakan kecerdasan artifisial atau berbasis sensor.

"Kita ingin menciptakan daya saing dan efisiensi dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat yang berbasis pertanian," ujar Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu.

Menristek Bambang juga mengatakan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta riset harus dimaksimalkan untuk mengolah semua bahan mentah di Indonesia menjadi produk bernilai tambah.

Kegiatan riset dan inovasi di Indonesia ditujukan untuk melahirkan teknologi tepat guna, substitusi impor dan peningkatan produk lokal, komersialisasi dan nilai tambah, serta teknologi terkini.

Baca juga: Kemristek kucurkan Rp399,3 miliar hibah riset PTNBH 2021
Baca juga: Menristek sebut mutasi virus corona berpengaruh pada efikasi vaksin
Baca juga: Menristek: GeNose mampu lakukan 100 ribu tes untuk skrining COVID-19

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menristek: RT LAMP agar jadi alat tes COVID-19 daerah pelosok

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar