Pemkot klaim PPKM skala mikro turunkan kasus COVID-19 di Madiun

Pemkot klaim PPKM skala mikro turunkan kasus COVID-19 di Madiun

Wali Kota Madiun bersama jajaran mengikuti rapat evaluasi PPKM berskala mikro bersama menteri terkait dan 123 kepala daerah secara virtual di Madiun, Selasa (16/2/2021). (ANTARA/Diskominfo Kota Madiun/ Lr)

Yang positif menurun dan yang sembuh naik.
Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur mengklaim penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro telah berdampak secara signifikan terhadap penurunan jumlah kasus konfirmasi COVID-19 di wilayah setempat.

"PPKM kita cukup berhasil. Yang positif menurun dan yang sembuh naik. Ini dibuktikan ruang isolasi kita yang semakin longgar," ujar Wali Kota Madiun Maidi dalam rapat evaluasi PPKM berskala mikro bersama menteri terkait dan 123 kepala daerah secara virtual di Madiun, Selasa.

Menurut dia, Kota Madiun termasuk daerah wajib yang menerapkan PPKM. Adapun, Kota Madiun telah melakukan tiga kali tahap PPKM. Hasilnya, jumlah kasus konfirmasi juga terus menurun sejak PPKM jilid pertama lalu.

Sesuai data, jumlah kasus konfirmasi pada PPKM kali pertama tanggal 11-25 Januari 2021, tercatat ada 430 kasus konfirmasi dengan 249 sembuh di Kota Madiun. Jumlah tersebut menurun pada PPKM tahap kedua tanggal 26 Januari - 8 Februari 2021 dengan 226 kasus konfirmasi dan 373 sembuh.

"Artinya, ada penurunan kasus sekaligus peningkatan kesembuhan. Tren baik itu harus terus terjaga pada PPKM kali ketiga," kata dia.

Kemudian pada sepekan pertama pelaksanaan PPKM skala mikro sejak 9 Februari, tercatat hanya ada 69 kasus konfirmasi dengan kesembuhan mencapai 112 orang. Wali kota berharap tren positif itu terus terjaga.

Baca juga: Petugas gabungan sekat tiga titik masuk Kota Madiun

Baca juga: Sebanyak 150 warga Kota Madiun jalani tes usap massal


Maidi menyebut berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menekan angka konfirmasi di Kota Madiun. Salah satunya, dengan meningkatkan "tracing" agar kasus segera ditemukan dan tidak menularkan ke yang lain.

Hasil tracing juga cukup menggembirakan. Jumlah reaktif dari tes usap (swab) yang dilakukan juga menurun drastis. Sesuai data, dari 297 yang dilakukan test swab hanya tercatat delapan yang reaktif. Jumlah tersebut tentu jauh berbeda dengan tracing di awal-awal lalu di pasar tradisional dengan jumlah reaktif mencapai 100 orang lebih.

"Dari 297 orang yang kita swab terakhir kemarin, hasil keluar 60 orang dengan yang reaktif tujuh orang. Keluar lagi 50 orang, yang reaktif hanya satu orang. Artinya sudah jauh berbeda kalau dibandingkan dengan tracing pedagang pasar pada awal-awal lalu yang ada ratusan yang reaktif," katanya.

Wali Kota berharap peran aktif masyarakat terus ditingkatkan. Paling tidak dengan disiplin protokol kesehatan dan selalu mengikuti anjuran pemerintah. Hal itu penting agar pengendalian COVID-19 semakin maksimal.

Sesuai data, di Kota Madiun kasus COVID-19 hingga Selasa (16/2) mencapai 1.275 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.108 orang di antaranya telah sembuh, 42 orang lainnya masih dalam perawatan, 37 orang isolasi mandiri, dan 88 orang meninggal dunia.

Baca juga: Jatim siapkan kampung tangguh semeru sebagai embrio PPKM mikro

Baca juga: Kota Madiun perpanjang pemberlakuan pembatasaan kegiatan masyarakat

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemkot Madiun akan terapkan WFH bergiliran

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar