Gedung Putih: Wabah Ebola di Afrika harus dihentikan

Gedung Putih: Wabah Ebola di Afrika harus dihentikan

Seorang pekerja kesehatan Kongo memberikan vaksin ebola kepada seorang anak di Pusat Kesehatan Himbi di Goma, Republik Demokratik Kongo, (17/7/2019). ANTARA/REUTERS/Olivia Acland/aa

Washington (ANTARA) - Pemerintahan Joe Biden pada Selasa (16/2) mengatakan bahwa segala upaya harus dilakukan untuk menghentikan wabah Ebola di negara Afrika, Guinea dan Republik Demokratik Kongo, sebelum menyebar lebih luas.

"Kita tidak bisa hanya melakukan sedikit upaya (penanganan wabah Ebola), bahkan saat kita memerangi COVID-19, kita harus memastikan kapasitas serta biaya untuk keamanan kesehatan di seluruh dunia," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki melalui pernyataan.

Kongo di Afrika tengah pada Minggu (14/2) mengonfirmasi empat kasus Ebola sejak 7 September. Sementara, Guinea di Afrika barat melaporkan tujuh kasus dan tiga kematian akibat Ebola.

Baca juga: Wabah baru Ebola muncul di kawasan timur Kongo

Baca juga: Wabah Ebola diduga tewaskan 33 orang di Kongo


Menurut Psaki, penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan pada Selasa telah berbicara dengan duta besar Guinea dan Kongo serta dubes negara tetangga Sierra Leone dan Liberia guna menyampaikan niat AS untuk membantu mereka.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang telah berjuang keras melawan pandemi global virus corona, sedang berupaya mendalami asal mula dan jenis dari wabah Ebola.

Penyakit tersebut, yang telah menelan lebih dari 11.000 korban jiwa selama 2,5 tahun sejak 2013, kini menjadi bahaya regional yang mengharuskan pengawasan luar biasa, WHO memperingatkan pada Senin.

Sumber: Reuters

Baca juga: WHO peringatkan Afrika soal wabah Ebola di Kongo, Guinea

Baca juga: WHO peringatkan enam negara Afrika tentang wabah Ebola

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kampanye vaksinasi Ebola dimulai di Kongo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar