Delameta genjot ekspor produk teknologi transportasi Enco Hub

Delameta genjot ekspor produk teknologi transportasi Enco Hub

Salah satu stand dalam pameran Indonesia Infrastructure Week. ANTARA/HO.

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi transportasi PT Delameta Bilano menjalin kerja sama dengan perusahaan Singapura Copula Stark Pte Ltd demi menggenjot ekspor produk Enco Hub secara global dengan pemesanan sebanyak 10 ribu unit, senilai Rp100 miliar.

Enco Hub adalah alat pintar multi-pembayaran, generasi penerus Enco Bus yang telah digunakan pada ribuan unit bus TransJakarta.

Sedangkan Delameta merupakan perusahaan  multiekosistem transportasi nasional berbasis riset yang menggarap sistem transportasi jalan tol, pelabuhan, Trans Jakarta, dan parkir.

"Kami cukup terkejut melihat ada perusahaan produsen teknologi di kawasan Asia Tenggara yang menjual alat pintar pembayaran electronic payment di bus dengan harga kompetitif," ujar CEO Copula Stark Ruzaini dalam keterangan resmi, Selasa.

Copula Stark, kata dia, tertarik dengan produk Delameta lain, yaitu automatic licensed plate recognition camera(ALPR). Sebab, pasar produk itu cukup bagus di kawasan Asia.
PT Delameta Bilano menjalin kerja sama dengan perusahaan Singapura Copula Stark Pte Ltd (ANTARA/HO)

Kerja sama bisnis itu ditandatangani pimpinan kedua perusahaan, dan sebagai tindak lanjut perjanjian itu kedua pihak akan berkoordinasi dengan Kementerian bidang ekonomi di masing-masing negara dalam rangka persiapan ekspor.

Sementara itu, Tri Bayu Wicaksono, direktur utama Delameta, mengapresiasi kerja sama tersebut. "Alhamdulillah, atas support mitra baru kami dan semua pihak di Tanah Air, kami memiliki kesempatan untuk berkontribusi di level global, mohon doa dan dukungan untuk memajukan teknologi di Indonesia," kata dia.

Delameta memproduksi sebagian besar sistem pembayaran tol dari hulu ke hilir, yang terdiri atas automatic vehicle classification (AVC), loop vehicle sensor, collecting terminal machine, infra merah, palang atau lane barrier system, electronic toll collection (ETC), CCTV, variable message sign (VMS), hingga license plate recognition.

Peralatan tersebut diproduksi Delameta di pabrik Pulogadung, Jakarta dengan kapasitas 400 unit full set system per tahun di mana kandungan lokal peralatan tol Delameta mencapai komposisi di atas 60 persen. Mereka memproduksi sendiri software, mekanikal mesin, plastik, perangkat keras, artificial intelligence, hingga sistem pengolahan database alat-alat tersebut.

Di sistem pembayaran pelabuhan, Delameta menyediakan sistem pembayaran akses (gate pass) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Sistem itu terdiri atas reader, AVC sensor, automatic lane barrier (ALB), customer display panel (CDB) yang menampilkan tarif, golongan, dan sisa saldo, lalu CCTV lajur.

Di sistem transportasi massal, Delameta memasang alat pembayaran (reader) Enco Bus di bus Metro Trans milik Trans Jakarta, yang mampu menampilkan waktu dan nilai transaksi secara real time.

Enco Bus bisa menerima pembayaran QR based, seperti Doku, Link Aja, Dana, hingga Gopay maupun card based yang terdiri dari e-money Mandiri, Bank DKI, BTN, Bank BCA, Bank BRI, Bank Mega, BNI, dan Nobu. Adapun di sistem parkir, Delameta mengelola pembayaran parkir nontunai terminal Angkasa Pura Kargo di Soekarno Hatta.


Baca juga: Anggota DPR dorong Komite Nasional Keselamatan Transportasi diperkuat

Baca juga: INKA-Pemkab Tulang Bawang Barat-Itera kerja sama transportasi listrik

Baca juga: Menhub-Dubes Jepang bahas peluang kerja sama transportasi

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Perusahaan logistik butuh inovasi teknologi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar