Dinsos Yogyakarta pastikan logistik isolasi mandiri penuhi aturan gizi

Dinsos Yogyakarta pastikan logistik isolasi mandiri penuhi aturan gizi

Petugas di Dapur Umum Kota Yogyakarta menyiapkan makanan siap saji untuk pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah. ANTARA/HO-Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta/am.

sesuai panduan dari Dinas Kesehatan
Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Sosial Kota Yogyakarta memastikan bantuan logistik berupa makanan siap saji untuk warga atau pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah sudah memenuhi standar gizi yang dibutuhkan untuk membantu memulihkan kondisi kesehatan.

"Menu yang disajikan ke warga yang sedang menjalani isolasi mandiri sudah sesuai panduan dari Dinas Kesehatan. Menunya pun berubah setiap hari. Gizinya pasti terjaga dan tercukupi," kata Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta Maryustion Tonang di Yogyakarta, Rabu.

Terhitung sejak Senin (15/2), Dinas Sosial Kota Yogyakarta memberdayakan kelompok kuliner di wilayah yang sudah tergabung dalam program Gandeng Gendong untuk menyuplai kebutuhan makanan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri di wilayah masing-masing.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di DIY bertambah 286 orang

Dengan demikian, kebutuhan logistik tidak lagi dipenuhi oleh dapur umum yang dikelola oleh Tagana Kota Yogyakarta. Dapur umum, kini fokus menyiapkan kebutuhan makanan bagi warga yang menjalani isolasi di shelter penanganan COVID-19 Yogyakarta.

"Karena di tiap wilayah pasti ada kelompok kuliner Gandeng Gendong, makanya untuk mempermudah distribusi, kami pun memberdayakan mereka," katanya.

Maryustion pun menyebut kebijakan tersebut sebagai upaya memotong jarak distribusi bantuan logistik sekaligus mendorong pemberdayaan kelompok kuliner yang juga ikut terdampak pandemi COVID-19.

Selain menu yang memenuhi standar gizi, Maryustion pun memastikan proses pengolahan makanan siap saji tersebut juga dilakukan dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang baik termasuk proses pengemasannya.

"Kelompok kuliner yang mengantar makanan tersebut ke warga yang sedang menjalani isolasi mandiri," katanya.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Yogyakarta menurun setelah PPKM

Agar warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah bisa mengakses bantuan logistik, maka kelurahan setempat wajib mengajukan kebutuhan bantuan ke Dinas Sosial berdasarkan data, rekomendasi dan hasil assessment dari puskesmas setempat.

Setiap hari, warga yang menjalani isolasi mandiri akan mendapat bantuan tiga kali makan, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam. Alokasi dana untuk setiap kali makan ditetapkan Rp20.000.

"Saya kira, kelompok kuliner di wilayah pun akan memiliki empati dan perhatian yang tinggi untuk membantu warga yang sedang menjalani isolasi mandiri. Kelurahan yang nantinya memutuskan kelompok kuliner mana yang akan diberdayakan untuk menyuplai makanan," katanya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, pemberdayaan kelompok kuliner Gandeng Gendong untuk membantu pemenuhan makanan warga isolasi mandiri diharapkan dapat menggerakkan perekonomian warga di masa pandemi COVID-19.

"Yang harus dipastikan oleh Dinas Sosial adalah agar pembayaran untuk kelompok Gandeng Gendong yang sudah menyuplai bantuan makanan bisa dipercepat. Tidak satu minggu tetapi bisa satu atau dua hari, sehingga modal terus bergulir," katanya.

Baca juga: GeNose hadir di sejumlah rumah sakit di DIY
Baca juga: PMI Yogyakarta terima 25 permintaan plasma konvalesen tiap hari

Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KAI Logistik terus kembangkan teknologi informasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar