Pemerintah Malaysia deportasi 160 Pekerja Migran Indonesia

Pemerintah Malaysia deportasi 160 Pekerja Migran Indonesia

Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) berbaris untuk menjalani pendataan setibanya di Dinas Sosial Provinsi Kalbar di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (17/2/2021) malam. BP2MI Pontianak mencatat terdapat 160 PMI (131 pria, 29 wanita) bermasalah yang dideportasi Pemerintah Malaysia melalui PLBN Entikong karena tidak memiliki paspor dan dokumen kerja, melanggar PSBB serta terlibat kasus kriminal. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/pras.

pekerja ini dipulangkan karena memiliki masalah
Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Malaysia deportasi dan repatriasi sebanyak 160 Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

"Hari ini pemerintah Malaysia memulangkan sebanyak 160 PMI, yang terdiri sebanyak 77 orang diantaranya berasal dari Kalbar, dan 83 orang lainnya berasal dari luar Kalbar," kata Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Pontianak, Andi Kusuma Irfandi, di Pontianak, Kamis.

Dia mengatakan bahwa para Pekerja Migran Indonesia ini dipulangkan karena tersandung beberapa kasus.

"Sejumlah pekerja ini dipulangkan karena memiliki masalah, seperti urusan keimigrasian akibat tidak memiliki permit maupun paspor. Ada juga yang disebabkan karena melakukan pelanggaran hukum seperti memakai narkoba, terlibat perkelahian dan melanggar Perintah Kawalan Pergerakan Pemulihan (PKPP) atau biasa disebut PSBB dalam penanganan pandemi COVID-19," katanya.

Baca juga: BP2MI: Malaysia urutan pertama penempatan PMI di luar negeri
Baca juga: KBRI Kuala Lumpur pulangkan 56 PMI

Ia menjelaskan, kasus yang dilanggar oleh para PMI ini, antara lain adalah tidak memiliki pasport sebanyak 87 orang, tidak memiliki permit sebanyak 56 orang, operator judi online dua orang, menggunakan narkoba sejumlah enam orang, melanggar PKPP sejumlah dua orang, tiga orang karena ikut orang tua dan empat orang lainnya disebabkan kasus kriminal lain.

Dari seluruh PMI yang dideportasi dan direpatriasi ini terdata 131 orang laki-laki dan 29 orang perempuan dari total 160 orang.

"Untuk PMI yang berasal dari luar Kalbar secepatnya akan dipulangkan ke daerah masing-masing yang tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Andi.

Baca juga: BP2MI-Satgas Pamtas amankan enam PMI di perbatasan Indonesia-Malaysia
Baca juga: 166 PMI pulang ke Surabaya dari Kuala Lumpur

Pewarta: Andilala
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PMI Kota Semarang jemput bola dengan bus donor saat malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar