Beberapa wilayah Mampang Prapatan tergenang sampai 60 cm

Beberapa wilayah Mampang Prapatan tergenang sampai 60 cm

Petugas PPSU memantau ketinggian genangan di wilayah Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (18/2/2021) (ANTARA/HO-Pokja Jakarta Selatan)

genangan disebabkan oleh curah hujan yang tinggi ditambah luapan Kali Krukut dan Kali Mampang
Jakarta (ANTARA) - Beberapa wilayah di Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan tergenang air dengan ketinggian mencapai 60 cm, akibat curah hujan yang tinggi dan meluapkan air di sejumlah kali, Kamis siang.

Camat Mampang Prapatan Djaharuddin menginformasikan, genangan terpantau terjadi di sejumlah titik, yakni Jalan Kemang Raya, RW 04 Kelurahan Bangka, Kemang Utara IX, Pela Mampang, Pondok Karya, Pondok Jaya, dan Tegal Parang.

Baca juga: LLDIKTI dan PTS Jakarta serahkan bantuan untuk korban banjir Kalsel

"Saya sudah monitor di grup kelurahan, memang ada beberapa genangan terjadi di sejumlah titik, ketinggiannya sampai 60 cm," kata Djaharuddin.

Menurut Djaharuddin, genangan disebabkan oleh curah hujan yang tinggi ditambah luapan Kali Krukut dan Kali Mampang.

Curah hujan tinggi tercatat pada alat ombrometer yang terdapat di Kantor Kecamatan Mampang Prapatan.

Baca juga: Kemarin, nama calon wali kota Jaksel ditolak hingga banjir di Jaktim

"Kita amati curah hujan memang tinggi, angkanya mencapai 35 milimeter sudah gerimis, bisa jadi di awal tadi 50 milimeter," kata Djaharuddin.
Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Raya Kemang, Kelurahan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, yang tergenang air, Kamis (18/2/2021) (ANTARA/HO-Kecamatan Mampang Prapatan)

Ia mengatakan hujan mulai mengguyur wilayah Mampang Prapatan sekitar pukul 13.00 WIB dengan intensitas dan curah yang tinggi.

Akibat genangan tersebut, ada beberapa jalan yang sulit dilalui kendaraan seperti di depan Kantor Kecamatan Mampang Prapatan, di Jalan Raya Kemang depan Mamma Rossy.

"Kita kerahkan petugas PPSU dan Pasukan Biru Sudin SDA untuk membersihkan tali-tali air guna memperlancar air masuk ke saluran utama," kata Djaharuddin.

Baca juga: Kebon Jeruk juga tergenang air 30-50 sentimeter

Selain itu, Djaharuddin juga telah menginformasikan para lurah, RT dan RW untuk mengaktifkan balai RW sebagai tempat pengungsian bagi warga apabila ketinggian air sudah tidak bisa ditoleransi.

Hingga berita ini diturunkan, air masih menggenang di sejumlah wilayah tersebut. Pompa air belum bisa dioperasikan karena kondisi muka air di Kali Krukut maupun Kali Mampang juga sedang naik.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar