Henry Subiakto: Semua Puskesmas di Indonesia sudah bisa akses internet

Henry Subiakto: Semua Puskesmas di Indonesia sudah bisa akses internet

Ilustrasi - Petugas memeriksa antena very small aperture terminal (VSAT) yang dihubungkan dengan satelit saat peluncuran Desa Digital di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (14/4/2019). ANTARA FOTO/Budiyanto/ama.

Banda Aceh (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI menyatakan semua pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Indonesia sudah terlayani akses internet, sehingga memudahkan segala urusan pelayanan kesehatan yang berbasis internet.

Staf Ahli Menkominfo RI Prof Henry Subiakto di Banda Aceh, Kamis, mengatakan pemerintah memang sedang mempercepat pembangunan infrastruktur digital dalam upaya mendukung transformasi digital bagi semua layanan publik di Tanah Air.

“Saat ini, semua Puskesmas di Indonesia sudah bisa melayani paket internet. Karena sudah disambungkan dengan satelit. Walaupun Puskesmasnya di wilayah terluar, kami sudah sambungkan dengan satelit,” katanya.

Baca juga: Kominfo percepat bangun akses internet di seluruh desa

Baca juga: Kominfo berkomitmen kurangi kesenjangan digital


Memang lebih mahal, karena satelit masih sewa ke swasta. Tahun 2023 Indonesia akan memiliki satelit sendiri untuk layanan tersebut, namanya satelit satria, ujarnya menambahkan.

Ia menyebutkan terdapat sekitar 13 ribu unit Puskesmas di seluruh nusantara, dan 10 ribu unit di antaranya sudah jauh hari terkoneksi dengan internet karena keberadaannya juga relatif lebih dekat dengan daerah perkotaan.

Kemudian, terdapat juga sekitar 3.126 unit Puskesmas yang berada di daerah pedalaman, jauh dari pusat kota, sehingga tidak bisa mendapatkan layanan internet.

Namun, lanjut dia, karena mewabah COVID-19 di Indonesia membuat pemerintah mempercepat layanan internet bagi Puskesmas di pedalaman tersebut, dalam upaya percepatan penanggulangan virus mematikan itu.

“Tapi saat ini 3.126 Puskesmas itu sudah terkoneksi semua dengan internet, yang pembangunan diselesaikan dalam waktu lima bulan pada 2020. Itu deadline karena COVID-19, jadi kita percepat,” katanya.

Dengan adanya internet, maka laporan-laporan menjadi lebih lancar dan cepat. Layanan juga semakin cepat, BPJS dan sebagainya, katanya lagi.

Baca juga: Menkominfo dukung lembaga resmi untuk buat pedoman interpretasi UU ITE

Baca juga: Situs porno paling banyak diblokir Kominfo

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

90 pemuda Aceh dilatih jadi kader pengawas pemilu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar