Satgas minta pemda benahi penanganan COVID-19 di daerahnya

Satgas minta pemda benahi penanganan COVID-19 di daerahnya

Tangkapan layar - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. ANTARA.

Penurunan kasus saja tidak cukup membuat kabupaten/kota bergeser zonasinya ke arah yang kurang berisiko
Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito meminta pemerintah daerah, khususnya pada wilayah dengan zona merah dan oranye, untuk membenahi penanganan COVID-19 di daerah masing-masing untuk mengurangi penularan virus di masyarakat.

"Mohon bupati dan wali kota, utamanya yang berada di zona merah dan oranye, untuk membenahi penanganan COVID-19 di wilayahnya masing-masing sehingga bergeser ke arah yang lebih baik," kata dia dalam keterangan pers mengenai perkembangan COVID-19 di Indonesia yang dilakukan secara daring di Jakarta, Kamis.

Dia juga meminta kepada seluruh bupati dan wali kota di seluruh Indonesia untuk secara rutin memantau perkembangan zona risiko wilayahnya masing-masing.

Wiku mencatat terjadi peningkatan jumlah wilayah dengan kategori zona merah dan oranye di seluruh Indonesia.

Wilayah dengan zona merah COVID-19 meningkat dari 43 menjadi 44 kabupaten/kota dibandingkan dengan pekan sebelumnya, sedangkan wilayah zona oranye meningkat dari 346 menjadi 359 kabupaten/kota dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Baca juga: Satgas COVID-19 beri ketentuan untuk tingkatkan efektivitas masker

Wilayah dengan zona kuning dan zona hijau yang diharapkan untuk bertambah malah menjadi berkurang.

Wiku menyebut wilayah zona kuning berkurang dari 109 menjadi 96 kabupaten/kota, sedangkan wilayah dengan zona hijau berkurang dari 12 menjadi 11 kabupaten/kota.

Ia menyebut penilaian zonasi risiko COVID-19 berdasarkan analisis tiga indikator, yakni epidemiologi, kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.

Meskipun minggu ini terjadi penurunan kasus, kata dia, zonasi risiko malah bergeser ke arah yang lebih berisiko.

"Penurunan kasus saja tidak cukup membuat kabupaten/kota bergeser zonasinya ke arah yang kurang berisiko. Diperlukan konsistensi dalam upaya penanganan kasus yang masih ada agar menurunkan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan," kata Wiku.

Baca juga: Satgas sebut tes dan perawatan pasien COVID-19 harus ditingkatkan
Baca juga: Satgas minta fasilitas kesehatan berikan data COVID-19 secara benar
Baca juga: Satgas sebut sanksi administratif penolak vaksinasi belum diperlukan

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Wiku: Sebagian besar mutasi virus tidak menurunkan efikasi vaksin

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar