Jalur Bandung-Cianjur dapat dilalui, pengendara diminta hati-hati

Jalur Bandung-Cianjur dapat dilalui, pengendara diminta hati-hati

Jalur Bandung-Cianjur, Jawa Barat, tepatnya di Tanjakan Mala, Kecamatan Naringgul, dapat dilalui setelah terputus akibat longsor, namun pengendara diimbau ekstra hati-hati karena masih banyak material batu besar belum disingkirkan, Kamis (18/2/2021). ANTARA/Ahmad Fikri.

Satu unit alat berat milik Kementerian PUPR PPK 2.5 Jabar masih berusaha menyingkirkan material longsor beruapa tanah dan batu berukuran besar yang sempat menutup akses jalan nasional Bandung-Cianjur, tepatnya di Tanjakan Mala,
Cianjur, Jabar (ANTARA) - Jalur utama Bandung-Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tepatnya di Tajakan Mala, Kecamatan Naringgul, yang sempat terputus akibat longsor sudah dapat dilalui dari kedua arah, namun pengendara diimbau ekstra hati-hati karena alat berat milik Kementerian PUPR Pembangunan Jalan Nasional  (PJN) PPK 2.5 Jabar, masih berupaya membersihkan material longsor.

"Satu unit alat berat milik Kementerian PUPR PPK 2.5 Jabar masih berusaha menyingkirkan material longsor beruapa tanah dan batu berukuran besar yang sempat menutup akses jalan nasional Bandung-Cianjur, tepatnya di Tanjakan Mala, meski saat ini sudah dapat dilalui kendaraan," kata Kepala Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 Jabar, Ananto Wibowo saat dihubungi dari Cianjur, Kamis.

Ia mengatakan hingga sore menjelang arus lalu lintas dari Bandung menuju Cianjur atau sebaliknya sudah dapat melintas dari kedua arah, namun pengendara diimbau untuk ekstra hati-hati dan waspada karena sebagian besar material longsor berupa batu berbagai ukuran belum dapat disingkirkan.

"Masih banyak material longsor yang baru disingkirkan ke tepi jalan, sebagai upaya cepat membuka kembali akses jalan yang tertutup longsoran. Kami masih berupaya, agar seluruh material longsor dapat disingkirkan dalam waktu cepat, namun banyaknya material batu besar, menyulitkan proses evakuasi," katanya.

Bahkan upaya pembersihan material longsoran, sempat terhambat saat sore menjelang karena hujan kembali turun deras dengan intesitas lama, sehingga ditakutkan longsor susulan dapat terjadi setiap saat karena penanganan tebing yang longsor belum dilakukan.

Pihaknya bersama aparat kepolisian terpaksa menyiagakan petugas untuk mengimbau pengendara agar berhati-hati dan tidak melintas di lokasi longsor saat hujan turun deras, sebagai upaya antisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan saat longsor susulan terjadi.

"Kita tempatkan petugas 100 meter sebelum lokasi longsor, sebagai upaya mengimbau penguna jalan dapat melintas atau tidak, meski saat ini kendaraan dari kedua arah sudah dapat melintas, namun upaya pembersihan belum tuntas seluruhnya," kata Ananto.

Sementara Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan, mengatakan proses menyingkirkan material longsor masih dilakukan tim gabungan termasuk alat berat milik Kementerian PUPR PPK 2.5 Jabar, masih beroperasi, sehingga penguna jalan diimbau untuk ekstra hati-hati dan waspada saat melintas di Tanjakan Mala.

"Kita terus berkordinasi terkait proses pembersihan jalur dan penanganan tebing yang rawan longsor dengan Kementerian PUPR PPK Jabar. Ditargetkan besok (19/2) penyingkiran material longsor dapat dituntaskan, agar jalan utama Bandung-Cianjur itu dapat dilalui normal," katanya.

Baca juga: Bagian jalan penghubung Cianjur dengan Bandung terdampak longsor

Baca juga: Tanjakan Mala Cianjur jadi lokasi baru swafoto warga

Baca juga: Banjir bandang dan longsor tutup ruas jalan utama Bandung-Cianjur

Baca juga: Jalur Bandung-Cianjur kembali terputus akibat longsor

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menhub resmikan reaktivasi jalur KA Ciranjang-Cipatat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar