KPK panggil mantan Dirjen Perikanan Tangkap terkait kasus Edhy Prabowo

KPK panggil mantan Dirjen Perikanan Tangkap terkait kasus Edhy Prabowo

Gedung KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat memanggil mantan Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Mochtar sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap perizinan ekspor benih lobster (benur) di KKP.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka EP (Edhy Prabowo/mantan Menteri Kelautan dan Perikanan)," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

KPK juga memanggil tujuh saksi lainnya untuk tersangka Edhy, yaitu Tenaga Ahli DPR RI Chusni Mubarok, Esti Marlina selaku mahasiswi, wiraswasta Syaekhur Rahman, Zulhijar sebagai petani/pekebun, Elsi selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta dua karyawan swasta Jaya Marlian dan Ade Tirta Kamandanu.

Baca juga: KPK duga Edhy Prabowo juga gunakan uang suap buat modifikasi mobilnya

Baca juga: Jaksa paparkan puluhan barang mewah pembelian Edhy Prabowo


KPK total menetapkan tujuh tersangka dalam kasus tersebut.

Sebagai penerima suap, yaitu Edhy, Staf Khusus Edhy sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri (SAF), Staf Khusus Edhy sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Andreau Misanta Pribadi (AMP), Amiril Mukminin (AM) yang selaku sekretaris pribadi Edhy, pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD), dan Ainul Faqih (AF) selaku staf istri Edhy.

Sedangkan tersangka pemberi suap, yakni Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito yang saat ini sudah berstatus terdakwa dan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Suharjito didakwa memberikan suap senilai total Rp2,146 miliar yang terdiri dari 103 ribu dolar AS (sekitar Rp1,44 miliar) dan Rp706.055.440 kepada Edhy.

Suap diberikan melalui perantaraan Safri dan Andreau selaku staf khusus Edhy, Amiril selaku sekretaris pribadi Edhy, Ainul Faqih selaku staf pribadi istri Edhy yang juga Anggota DPR RI Iis Rosita dan Siswadhi Pranoto Loe selaku Komisaris PT Perishable Logistics Indonesia (PT PLI) sekaligus pendiri PT ACK.

PT DPPP adalah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor dan impor produk pangan, antara lain Benih Bening Lobster (BBL), daging ayam, daging sapi, dan daging ikan.

Baca juga: Kasus ekspor lobster, Koordinasi ekspor dilakukan via "whatsapp group"

Baca juga: Edhy Prabowo dan istri pinjam kartu kredit buat belanja di Hawaii

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pebulutangkis Debby Susanto bantah terima apartemen dari Edhy Prabowo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar