Saham Australia ditutup jatuh, setelah Wall Street mengkhawatirkan

Saham Australia ditutup jatuh, setelah Wall Street mengkhawatirkan

Dokumentasi - Seorang investor melihat papan yang menampilkan harga saham di Bursa Efek Australia (ASX) di Sydney, Australia, Senin (17/7/2017). ANTARA/REUTERS/Steven Saphore/am.

Di awal pekan saham Australia terdorong ke level tertinggi dalam hampir setahun oleh laporan pendapatan yang kuat, tetapi kemudian berbalik arah karena kekhawatiran kenaikan imbal hasil obligasi...
Sydney (ANTARA) - Pasar saham Australia mempercepat penurunannya sejak pagi hari dan ditutup lebih dalam di zona merah pada hari Jumat setelah sejumlah indikator pasar menunjukkan awal yang lebih rendah di bursa Wall Street pada perdagangan besok hari.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 92,10 poin atau 1,34 persen menjadi 6.793,80, sedangkan Indeks All Ordinaries turun 91,50 poin atau 1,28 persen pada 7.064,00.

"Di awal pekan saham Australia terdorong ke level tertinggi dalam hampir setahun oleh laporan pendapatan yang kuat, tetapi kemudian berbalik arah karena kekhawatiran kenaikan imbal hasil obligasi menekan sepanjang pekan ini menyebabkan penurunan harga saham yang tajam di sektor utilitas, kebutuhan pokok konsumen, real estat dan energi, kata Kepala Strategi Investasi dan Kepala Ekonom AMP Capital, Shane Oliver.

Baca juga: Wall Street ditutup jatuh, Indeks Dow Jones dan Nasdaq merosot

"Imbal hasil obligasi naik lebih lanjut seperti halnya harga minyak, logam dan bijih besi tetapi dolar Australia sedikit berubah karena dolar AS naik tipis."

Sektor bahan pokok konsumen dan real estat, hanya keduanya dari 11 sektor yang ditutup di zona hijau hari ini, naik tipis masing-masing 0,21 persen dan 0,19 persen, sementara sektor sumber daya menjadi sektor yang mengalami koreksi terbesar di pasar, melebihi penurunan pada bank-bank besar Australia.

Penurunan pada hari Jumat telah menghapus seluruh kenaikan mingguan dari Indeks ASX 200 yang jatuh ke wilayah negatif, dengan sektor energi merosot paling besar.

Baca juga: IHSG diperkirakan melemah lagi, seiring terkoreksinya bursa global

Di bidang keuangan, bank-bank besar Australia turun dengan Commonwealth Bank turun 1,33 persen, National Australia Bank turun 1,65 persen, dan Westpac Bank turun 1,15 persen, namun ANZ naik 0,23 persen.

Saham pertambangan sebagian besar lebih rendah dengan Rio Tinto turun 3,33 persen, BHP turun 2,45 persen dan Fortescue Metals turun 3,66 persen, namun penambang emas Newcrest naik 0,50 persen.

Baca juga: Saham China dibuka merugi, Indeks Shanghai turun 0,37 persen

Produsen minyak dan gas negara itu anjlok dengan Oil Search turun 4,48 persen, Santos turun 3,40 persen dan Woodside Petroleum turun 5,29 persen.

Supermarket terbesar Australia meningkat dengan Coles naik 1,11 persen, dan Woolworths naik 0,82 persen.

Sementara itu saham raksasa telekomunikasi Telstra naik 0,30 persen, maskapai nasional Qantas merosot 1,70 persen dan perusahaan biomedis CSL anjlok 5,04 persen.

Baca juga: Saham Australia dibuka jatuh, ikuti pelemahan Wall Street

Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Penutupan perdagangan, ini capaian BEI sepanjang 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar