Kemen-PUPR berkoordinasi bahas relokasi korban longsor Sumedang

Kemen-PUPR berkoordinasi bahas relokasi korban longsor Sumedang

Kawasan perumahan terdampak bencana tanah longsor di Cimanggung, Kabupaten Sumedang. (ANTARA/HO-Basarnas)

Kami akan berupaya membantu masyarakat yang menjadi korban tanah longsor agar mereka kembali memiliki hunian yang layak dan aman
Jakarta (ANTARA) - Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Fitrah Nur melakukan koordinasi dengan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir guna membahas rencana penanganan pascaperistiwa bencana longsor di Sumedang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

"Kami akan berupaya membantu masyarakat yang menjadi korban tanah longsor agar mereka kembali memiliki hunian yang layak dan aman," kata Fitrah Nur dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia mengemukakan, Kementerian PUPR bersama pemerintah kabupaten Sumedang akan merelokasi masyarakat yang menjadi korban bencana tanah longsor ke sejumlah lokasi yang baru dan aman.

Menurut Fitrah, Direktorat Jenderal Perumahan dapat mendukung penyediaan rumah bagi warga terdampak bencana dalam bentuk panel rumah instan sehat sederhana (RISHA).

Adanya teknologi RISHA, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat untuk penyediaan hunian yang tepat karena dapat dibangun dengan waktu yang tidak terlalu lama.

"Untuk penyediaan RISHA kami minta Pemda bisa menyediakan lokasinya. Beberapa syaratnya antara lain lokasi relokasi harus dalam kondisi lahan siap bangun, bebas dari risiko bencana alam dan luas lahan minimal 2.400 meter persegi," katanya.

Fitrah mengemukakan, koordinasi tersebut dilaksanakan guna menindaklanjuti surat Bupati Sumedang kepada Menteri PUPR tanggal 18 Januari 2021 perihal Permohonan Dana Pembangunan Rumah Relokasi Korban Bencana di Kabupaten Sumedang.

Selain itu, ujar dia, Bupati Sumedang juga telah melakukan audiensi dengan Dirjen Perumahan tanggal 9 Februari 2021 guna meminta penanganan pasca bencana di sektor perumahan.

"Kami berharap pembangunan RISHA ini bisa segera dilaksanakan karena masyarakat sangat membutuhkan tempat tinggal pasca bencana," katanya.

Apalagi, ia mengingatkan bahwa saat ini kondisinya banyak rumah warga yang rusak berat dan tidak dapat ditempati lagi.

Baca juga: Longsor Sumedang, Polisi temukan pelanggaran pembangunan perumahan

Baca juga: Anggota DPR sarankan evaluasi kebijakan tata ruang pemukiman

Baca juga: PUPR siap dukung relokasi warga korban bencana tanah longsor Sumedang

 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BPBD Jabar relokasi warga zona merah terdampak longsor di Sumedang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar