Kominfo upayakan perkecil kesenjangan digital demi majukan UMKM

Kominfo upayakan perkecil kesenjangan digital demi majukan UMKM

Sejumlah pelajar dan mahasiswa mengikuti proses belajar mengajar dalam jaringan (daring) di atas pengunungan supaya bisa mendapat sinyal di Desa Cangai, Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Rabu (26/8/2020). Sejumlah pelajar dan mahasiswa yang berada di daerah pedalaman tersebut kesulitan mengikuti proses belajar mengajar secara daring akibat keterbatasan jaringan internet dan terpaksa mencari jaringan di tempat terbuka seperti di pinggir sungai dan di atas pegunungan. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/aww. (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika terus berupaya menyediakan akses jaringan internet di seluruh Indonesia untuk memperkecil kesenjangan digital, yang bisa berdampak pada usaha mikro, kecil dan menengah.

"Kominfo memberikan dukungan yang luar biasa untuk onboarding UMKM dan ultra mikro (UMi) untuk memasarkan produknya secara digital. Kita akan bekerja keras untuk memastikan internet link ratio dan close digital divide atau memperkecil disparitas antarwilayah Indonesia," kata Menteri Kominfo, Johnny G Plare, dalam peluncuran virtual Beli Kreatif Danau Toba,  dalam keterangannya yangyang diterima Sabtu.

Perpindahan UMKM dan UMi berjualan di platform digital menjadi salah satu kegiatan dalam agenda transformasi digital Indonesia. Kegiatan ini sangat bergantung pada ketersediaan jaringan internet.

Kominfo menargetkan pada 2022 mendatang seluruh desa dan kelurahan bisa tersambung ke jaringan 4G.

Baca juga: Kominfo percepat bangun akses internet di seluruh desa

Baca juga: Menkominfo dukung lembaga resmi untuk buat pedoman interpretasi UU ITE


Pemerintah sedang membangun infrastruktur telekomunikasi untuk mengurangi kesenjangan akses jaringan internet di Tanah Air, salah satunya dengan membangun satelit Satria yang ditargetkan bisa mengorbit pada 2023.

Satelit Satria diperkirakan akan membantu meningkatkan kecepatan internet di 150.000 titik layanan publik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dengan tersedianya infrastruktur telekomunikasi yang memadai, masuknya UMKM dan UMi ke platform digital untuk berjualan akan menjadi lebih baik.

"Kita mendukung peningkatan peran dari UMKM dan Ultra Mikro yang saat ini sekitar 60 persen terhadap GDP Indonesia, kita tingkatkan dan mendorong agar menjangkau pasar yang lebih luas," kata Johnny.

Beli Kreatif Danau Toba merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, acara ini digelar untuk mendukung usaha lokal di tengah pandemi virus corona.

Kegiatan ini juga salah satu upaya pemerintah untuk mendorong pengembangan produk unggulan dari artisan lokal agar mereka siap menghadapi dunia digital.

"Kominfo sangat mendukung itu. Dengan demikian, harapan kita pada tahun 2022 nanti onboarding UMKM akan tersebar merata sampai di wilayah 3T," kata Johnny.

Produk UMKM Indonesia menurut Johnny bahkan berpotensi untuk menembus pasar mancanegara.

Baca juga: Kominfo sebut literasi digital penting dikuasi pada saat ini

Baca juga: Kominfo rilis 15 nama calon anggota Dewan Pengawas RRI

Baca juga: Clubhouse wajib daftar ke Kominfo untuk jaga ruang digital Indonesia

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Agar masyarakat tidak kaget saat UU PDP disahkan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar