Liga Europa

Red Star minta maaf terkait pelecehan rasial yang diterima Ibrahimovic

Red Star minta maaf terkait pelecehan rasial yang diterima Ibrahimovic

Penyerang AC Milan asal Swedia Zlatan Ibrahimovic.(REUTERS/JENNIFER LORENZINI)

Red Star kembali dengan tulus meminta maaf kepada Zlatan Ibrahimovic dan kami menekankan bahwa klub tidak akan memiliki toleransi untuk insiden seperti itu di masa depan
Jakarta (ANTARA) - Klub asal Serbia, Red Star Belgrade telah mengeluarkan permintaan maaf terkait pelecehan rasial yang diterima oleh penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic dalam pertandingan leg pertama babak 32 besar Liga Europa mereka pada Jumat (19/2).

Dalam pertandingan itu, Ibrahimovic memang berada di bangku cadangan, tetapi tidak diturunkan hingga laga berakhir imbang 2-2 di Belgrade.

Namun, sorotan kamera menangkap seorang suporter yang melontarkan ejekan terkait etnis Ibrahimovic yang berasal dari Bosnia-Herzegovina.

Baca juga: AC Milan ditahan imbang Red Star Beograd

"Red Star dengan keras mengecam hinaan kasar kepada Zlatan Ibrahimovic dalam pertandingan Liga Europa dengan AC Milan," ungkap Red Star dalam sebuah pernyataan yang dikutip Goal pada Sabtu.

"Klub melakukan segala upaya untuk menyelenggarakan acara pada tingkat tinggi dan kami tidak akan membiarkan individu primitif menodai keramahan tradisional Serbia."

"Kami akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengidentifikasi pelaku dan kami juga akan bersikeras bahwa ia dihukum sepenuhnya sesuai aturan yang berlaku."

"Red Star kembali dengan tulus meminta maaf kepada Zlatan Ibrahimovic dan kami menekankan bahwa klub tidak akan memiliki toleransi untuk insiden seperti itu di masa depan."

Baca juga: Nasib Zlatan Ibrahimovic masih belum pasti di AC Milan

Ibrahimovic menjadi sasaran pelecehan karena latar belakangnya. Ia lahir di Swedia dari seorang ibu Katolik Kroasia dan ayah Muslim Bosnia.

Suporter yang menghina pemain berusia 39 tahun itu menggunakan istilah yang merendahkan untuk Muslim Bosnia, dengan Ibrahimovic ditampilkan di video tidak bereaksi terhadap komentar melecehkan tersebut.

Negara-negara yang sekarang menjadi Serbia, Kroasia, dan Bosnia-Herzegovina, antara lain, pernah menjadi bagian dari Yugoslavia sebelum negara itu pecah pada awal 1990-an.

Awal 1990-an juga ditandai dengan perang berdarah yang melibatkan beberapa negara dari bekas Yugoslavia, yang diingat dengan jelas oleh sebagian besar penduduk di kawasan itu.

Baca juga: Zlatan Ibrahimovic minta maaf atas kartu merahnya di derbi Milan

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kapolda Papua imbau warga tak terprovokasi isu rasialisme

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar