Sistem bermasalah, COVID-19 Jakarta "hanya" bertambah 2.872 kasus

Sistem bermasalah, COVID-19 Jakarta "hanya" bertambah 2.872 kasus

Ambulans memasuki Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Sabtu (9/1/2021). Pemprov DKI Jakarta menyatakan tingkat keterisian RS rujukan COVID-19 di Jakarta telah mencapai 85 persen, sementara ruang Intensive Care Unit (ICU) telah mencapai 80 persen. Dengan terus meningkatnya kasus positif, maka RS rujukan COVID-19 di Jakarta diperkirakan akan penuh pada bulan Februari 2021. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.

Jakarta (ANTARA) - Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebutkan penambahan jumlah pemaparan COVID-19 "hanya" 2.872 kasus lantaran terkendala sistem yang sempat bermasalah pada Sabtu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia di Jakarta, Sabtu, mengatakan masalah sistem tersebut menyebabkan laboratorium kesulitan memasukkan data pemeriksaan spesimen.

"Sebagian data positif (yang harusnya masuk) hari ini tertunda akibat perbaikan koneksi penginputan sistem Kemenkes. Kemungkinan akan ada akumulasi data dari yang sebelumnya tidak bisa dilakukan penarikan melalui sistem," kata Dwi.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta di laman corona.jakarta.go.id, data kasus baru sebanyak 2.872 kasus positif ini, merupakan hasil dari pemeriksaan usap (swab test PCR) pada sehari sebelumnya atau Jumat.

Data tes PCR pada Jumat atau 19 Februari 2021 yang masuk, memiliki rincian dilakukan tes terhadap 11.617 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 10.107 orang adalah yang baru dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 2.872 positif dan 7.235 negatif.

Dengan penambahan sebanyak 2.872 kasus pada Sabtu ini, menyebabkan total kumulasi kasus positif saat ini adalah sebanyak 325.903 kasus, dari jumlah sebelumnya mencapai 323.031 kasus.

Selama sepekan, penambahan kasus positif harian sebanyak 2.872 kasus pada Sabtu, lebih tinggi dibanding penambahan kasus pada Jumat sebanyak 1.920 kasus, pada Kamis (18/2) sebanyak 373 kasus, pada hari Rabu (17/2) sebanyak 1.445 kasus, pada hari Selasa (16/2) sebanyak 1.861 kasus, pada hari Senin (15/2) sebanyak 1.879 kasus, dan pada hari Minggu (14/2) sebanyak 2.496 kasus.

Akan tetapi, penambahan kasus positif harian sebanyak 2.872 kasus pada Sabtu ini, masih lebih rendah dibanding penambahan kasus pada hari Sabtu (13/2) sebanyak 3.018 kasus, terlebih jika dibandingkan dengan pertambahan pada hari Minggu (7/2) sebanyak 4.213 kasus yang merupakan penambahan tertinggi selama pandemi.

Dari data yang ada, penambahan sebanyak 4.213 kasus pada hari Minggu (7/2) itu juga pemegang rekor dalam kategori temuan kasus hasil tes harian yang dilaporkan (temuan asli), dengan rincian merupakan hasil tes PCR pada hari Sabtu (6/2).

Dari total kasus sebanyak 325.903 kasus pada Sabtu, sebanyak 5.121 kasus di antaranya meninggal dunia setelah adanya tambahan 40 orang meninggal dari angka sebelumnya 5.081 orang. Angka tersebut senilai 1,6 persen (sama seperti sebelumnya) dari jumlah total kumulasi kasus positif.

Sementara itu, penambahan pasien sembuh dari paparan COVID-19 di Jakarta pada hari Sabtu tanggal 20 Februari 2021, adalah sebanyak 2.764 orang, yang menyebabkan kumulasi total pasien sembuh naik dari 304.995 orang, menjadi 307.759 orang.

Dengan total pasien sembuh sebanyak 307.759 orang itu, memiliki persentase senilai dengan 94,4 persen (sama seperti sebelumnya) dari jumlah kumulasi total kasus positif COVID-19 saat ini sebanyak 325.903 kasus.

Pertambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 2.872 orang Sabtu ini juga, mempengaruhi jumlah kasus aktif yang masih dirawat atau diisolasi, yang mengalami peningkatan 68 orang dari jumlah sebelumnya 12.955 orang, sehingga menyebabkan total kasus aktif saat ini sebesar 13.023 orang.

Dari jumlah tes, DKI Jakarta mencatat persentase kasus positif berdasarkan jumlah tes atau "positivity rate" COVID-19 selama sepekan terakhir di Jakarta setelah perkembangannya pada hari Sabtu ini, tercatat di angka 16,8 persen (naik dari sebelumnya 16,7 persen).

Angka ini sangat jauh di atas batas persentase yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sepekan untuk satu kawasan, yang mengharuskan persentase tidak lebih dari lima persen untuk bisa terkategori kawasan aman.

Adapun persentase kasus positif di Jakarta secara total sejak awal pandemi Bulan Maret 2020 setelah perkembangan pada hari Sabtu ini, adalah sebesar 11 persen (naik dari sebelumnya 10,9 persen).

Mengingat perkembangan COVID-19 yang belum tuntas, redaksi Antara mengingatkan para pembaca untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip protokol kesehatan dalam berkegiatan sehari-hari yakni:
• Tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak.
• Menghindari kerumunan.
• Selalu menjalankan 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak aman 1,5-2 meter, dan Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.
• Ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Sepekan, vaksinasi pedagang Tanah Abang hingga kemiskinan di DKI naik
Baca juga: Dinkes: Vaksin tahap kedua bagi nakes ada perbedaan dari sebelumnya
Baca juga: Vaksinasi bagi lansia segera dimulai usai didistribusi Jumat ini

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Operasi Ketupat Semeru 2021 ikut hadang varian baru virus corona

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar