WHO belum dapat informasi tentang penanganan COVID-19 di Tanzania

WHO belum dapat informasi tentang penanganan COVID-19 di Tanzania

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memberi info perkembangan terbaru situasi wabah Covid-19 di Jenewa, Swiss (24/2/2020). ANTARA/REUTERS/Pool/Salvatore Di Nolfi/aa.

Nairobi (ANTARA) - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya tersebut belum menerima informasi apa pun dari Tanzania tentang tindakan apa yang diambil untuk menanggapi pandemi virus corona.

"Situasi ini tetap sangat memprihatinkan. Saya memperbarui seruan saya kepada Tanzania untuk mulai melaporkan kasus COVID-19 dan berbagi data," kata Tedros dalam pernyataan di situs WHO, Minggu.

Tedros mengatakan bahwa pada akhir Januari dia telah bergabung dengan Kepala WHO Afrika Matshidiso Moeti dalam mendesak Tanzania untuk meningkatkan tindakan kesehatan masyarakat terhadap COVID-19 dan bersiap untuk mendistribusikan vaksin.

"Saya juga mendorong untuk berbagi data terkait dengan laporan kasus COVID-19 di antara para pelancong," kata dia.

Otoritas Tanzania tidak segera dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Presiden Tanzania John Magufuli memiliki reputasi sebagai salah satu pemimpin nasional yang paling skeptis dalam upaya memerangi pandemi COVID-19.

Pada Rabu (17/2), seorang politikus senior meninggal karena COVID-19, kata partainya, menambah kekhawatiran tentang epidemi tersembunyi yang merajalela di negara yang bersikeras tidak memiliki penularan lokal dan mengatakan tidak memiliki rencana untuk menerima vaksin.

Pada Jumat (19/2), saat upacara pemakaman untuk seorang pembantu senior, Magufuli mendesak warga Tanzania untuk menghilangkan rasa takut, berhati-hati, dan mengutamakan Tuhan. Dia juga mengumumkan tiga hari doa nasional, menurut pernyataan presiden.

Pemerintah berhenti melaporkan data tentang infeksi dan kematian akibat COVID-19 pada Mei tahun lalu ketika telah mendaftarkan 509 kasus dan 21 kematian.

Tedros mengatakan dalam pernyataannya bahwa dia telah berbicara dengan beberapa otoritas di Tanzania sejak Januari tetapi "WHO belum menerima informasi apapun mengenai tindakan apa yang diambil Tanzania untuk menanggapi pandemi."

Dia meminta negara itu untuk menerapkan "langkah-langkah kesehatan masyarakat yang kita tahu bekerja dalam memutus rantai penularan, dan mempersiapkan vaksinasi."

Ia juga mengatakan para pelancong Tanzania yang dites positif COVID-19 di luar negeri menegaskan "perlunya Tanzania mengambil tindakan tegas untuk melindungi rakyat mereka sendiri dan melindungi populasi di negara-negara ini dan sekitarnya."

Pada Senin (15/2), Menteri Kesehatan Oman mengatakan negaranya sedang mempertimbangkan untuk menangguhkan penerbangan dari Tanzania, setelah 18 persen pelancong yang datang dari Tanzania dinyatakan positif COVID-19.

Thailand melaporkan pada Senin kasus pertama dari varian COVID-19 yang sangat menular yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan, pada seorang pria Thailand yang tiba dari Tanzania.


Sumber: Reuters
Baca juga: Tanzania adalah negara tanpa COVID-19? Ini faktanya!
 

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Siaga krisis kesehatan, IDI kukuhkan Emergency Medical Team

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar