Prioritas vaksin ke India, Serum Institute minta negara lain bersabar

Prioritas vaksin ke India, Serum Institute minta negara lain bersabar

Dokumentasi -Botol vaksin Oxford University / AstraZeneca COVID-19 terlihat di Lochee Health Center di Dundee, Skotlandia, Inggris 4 Januari 2021.ANTARA/Andy Buchanan/Pool via REUTERS/File Photo.

Saya dengan rendah hati meminta anda untuk bersabar. Kami berusaha sebaik mungkin
New Delhi (ANTARA) - Serum Institute of India (SII), pembuat vaksin terbesar dunia berdasarkan volume, meminta pemerintah negara-negara lain bersabar untuk menunggu suplai vaksin COVID-19 karena perusahaan itu telah diarahkan untuk memprioritaskan kebutuhan dalam negeri.

"Saya dengan rendah hati meminta anda untuk bersabar. Kami berusaha sebaik mungkin," kata Kepala Eksekutif SII Adar Poonawalla melalui Twitter, Minggu.

Poonawalla mengatakan perusahaan itu "telah diarahkan untuk memprioritaskan kebutuhan India yang besar dan bersama dengan itu menyeimbangkan kebutuhan seluruh dunia."

Berbasis di kota sebelah Barat India, Pune, SII memproduksi vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Oxford University/AstraZeneca, salah satu dari dua suntikan yang digunakan India untuk memvaksinasi sekitar 300 juta orang pada awalnya, sebagai bagian dari upaya inokulasi nasional.

Banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, mulai dari Bangladesh hingga Brazil, bergantung pada vaksin AstraZeneca SII, yang diberi merek COVISHIELD oleh perusahaan India itu.

Namun permintaan terus meningkat, termasuk dari negara-negara Barat seperti Kanada, di mana Poonawalla berjanji akan mengirimkan vaksin COVISHIELD bulan depan.

Regulator obat Inggris juga mengaudit proses manufaktur di SII, yang berpotensi membuka jalan untuk pengiriman vaksin COVISHIELD dari India ke Inggris dan negara lain.

Pemerintah Perdana Menteri India Narendra Modi mendapat kecaman karena lambatnya proses vaksinasi, tetapi otoritas kesehatan bersiap untuk memperluas jumlah suntikan secara substansial dalam beberapa minggu mendatang.

India telah memvaksin sekitar 11 juta orang sejak pertengahan Januari. Dengan lebih dari 10,9 juta infeksi yang dikonfirmasi, India memiliki jumlah kasus COVID-19 tertinggi kedua di dunia, setelah Amerika Serikat.

Negara itu saat ini melaporkan rata-rata sekitar 12.000 infeksi baru setiap hari, sebagian kecil dari puncaknya dari September lalu, menurut analisis Reuters.

Namun, otoritas kesehatan federal pada Minggu mengatakan mereka telah menulis kepada beberapa negara bagian yang saat ini mencatat lonjakan kasus, meminta mereka untuk meningkatkan pengujian, pengawasan, dan pemantauan mutasi COVID-19 secara keseluruhan.


Sumber: Reuters

Baca juga: Swiss dapat periksa ulang kontrak vaksin COVID-19 AstraZeneca

Baca juga: Vaksin Pfizer tiba di Malaysia

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jateng waspada lonjakan kasus COVID-19 dan varian baru dari India

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar