Ketua DPD: Pemulihan sektor kopi perlu dilakukan

Ketua DPD: Pemulihan sektor kopi perlu dilakukan

Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti (ANTARAJatim/HO DPD RI/AM)

Surabaya (ANTARA) - Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti menilai pemulihan sektor kopi saat ini perlu dilakukan, karena Indonesia mampu menjadi salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia didukung dengan sumber daya alam yang melimpah.

"Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, bersama Brazil, Vietnam, Kolombia dan Ethiopia. Fakta ini sangat membanggakan. Dan saya berharap nasib petani kopi diperhatikan dengan serius," kata La Nyalla dalam keterangan persnya di Surabaya, Senin.

Ia mengatakan, di masa pandemik COVID-19 ini usaha kopi juga turut terdampak, sehingga perlu dilakukan langkah pemulihan untuk sektor ini.

"Petani tidak dapat berdiri sendiri saat terjadi situasi di luar prediksi. Mereka memerlukan bantuan stimulan yang dapat pertumbuhan ekonomi kembali," ucap pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI itu.

Apalagi, untuk ekspor juga terdampak berkurangnya armada kapal rute luar negeri. Menyusul berhentinya armada pelayaran dalam negeri yang melayani rute internasional.

"Ini mengakibatkan perusahaan ekspor menunggu jadwal kapal asing. Konsekuensinya waktu tunggu dan penambahan biaya shipment. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pemerintah, kementerian perdagangan dan perhubungan harus turun tangan," tutur-nya.

Baca juga: Ketua DPD: Pengembangan varietas unggul bakal atasi defisit kedelai RI

Baca juga: HIMPSI mengharapkan RUU Praktik Psikologi segera disahkan


La Nyalla yang juga pernah menjadi Ketua Umum Kadin Jawa Timur mengatakan, varian kopi yang dimiliki Indonesia saat ini sangat berpotensi untuk diangkat kembali.

"Salah satunya kopi luwak yang khas dan unik serta harga yang cukup mahal. Tapi sekali lagi, Kemendag dan Kemenhub harus fokus membantu proses ekspor melalui berbagai kemudahan. Karena dengan kualitas yang dimiliki, kopi Indonesia tidak akan kesulitan menembus pasar dunia," ujarnya.

Indonesia, kata dia, memiliki potensi alam yang sangat berlimpah. Sehingga memerlukan penanganan yang serius agar mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Ditambah dengan kontur tanah serta iklim yang ada di Indonesia sangat menunjang hal tersebut. Total produksi kopi di Indonesia, termasuk robusta dan arabika adalah 660 ribu ton pada 2019-2020.

"Indonesia kaya dengan kopi. Dan termasuk lima besar penghasil kopi terbesar di dunia dengan kualitas kopi yang tinggi, dengan jenis kopi robusta dan arabika," tutur-nya.

Senator asal Jawa Timur itu menambahkan, Indonesia memiliki sekitar 1,2 juta hektare tanaman kopi yang sebagian besar dihasilkan oleh pertanian kecil dan mandiri.

"Masing-masing petani kopi diperkirakan memiliki satu hingga dua hektare lahan kopi. Salah satunya di Garut yang cukup besar menghasilkan kopi dan telah ekspor. Untuk itu dukungan harus diberikan agar produksi bisa terus ditingkatkan," katanya.

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Upaya DPD RI buka akses pasar internasional bagi kopi Temanggung

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar