15 ribu guru di Lampung ditargetkan terima vaksin COVID-19

15 ribu guru di Lampung ditargetkan terima vaksin COVID-19

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Sulpakar. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

ada 15 ribu guru berstatus aparatur sipil negara yang siap menerima vaksin
Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung menyebutkan ada 15 ribu guru di daerah itu yang akan menerima vaksin COVID-19 pada vaksinasi tahap kedua.

"Terkait vaksinasi COVID-19, bila vaksin tersedia, kami sambut dengan baik. Saat ini berdasarkan pemetaan ada 15 ribu guru berstatus aparatur sipil negara yang siap menerima vaksin," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Sulpakar di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan 15 ribu guru tersebut terdiri dari 8 ribu guru ASN dan 7 ribu guru honorer yang tersebar di Provinsi Lampung.

Baca juga: 28.763 nakes Lampung telah divaksin selama lima minggu terakhir

"Sebanyak 15 ribu orang guru tersebut hanya di sekolah negeri, masih ada lagi di sekolah swasta, dan mungkin jumlah penerima vaksin COVID-19 akan bertambah," katanya.

Menurutnya, jika tidak memungkinkan untuk melakukan vaksinasi secara keseluruhan akibat keterbatasan vaksin maka pelaksanaan vaksinasi bagi guru akan diprioritaskan bagi daerah yang telah melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka.

"Kami telah mengusulkan kepada Gubernur agar tenaga pendidik dan guru, terutama yang telah melakukan pembelajaran tatap muka menjadi prioritas vaksinasi," ucapnya.

Baca juga: IDI Lampung catat dua anggotanya meninggal dunia terpapar COVID-19

Ia menjelaskan sejumlah daerah yang telah melaksanakan pembelajaran tatap muka meliputi adalah Kabupaten Lampung Barat, Pesisir Barat, Mesuji dan di Kabupaten Lampung Tengah.

"Kalau vaksinasi COVID-19 berapa pun jatah yang diberikan akan kita laksanakan, dan akan kita data sebab ini merupakan upaya menjaga guru serta tenaga pendidik kita," katanya.

Baca juga: Bertambah 12, positif COVID-19 di Kota Metro-Lampung tembus 513 kasus

Dia mengatakan bila nanti vaksinasi telah dilaksanakan bagi guru serta tenaga pendidik, tidak akan mempengaruhi dibuka atau tidaknya pembelajaran tatap muka.

"Pembelajaran tatap muka ataupun pembelajaran secara daring tetap ditentukan oleh status sebaran kasus COVID-19 tingkat desa, ataupun kecamatan, bila masih berisiko tentu belum akan dilaksanakan," katanya.

Baca juga: Wagub Chusnunia menjadi orang pertama yang disuntik vaksin di Lampung

Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Lima pos penyekatan di Bandar Lampung siapkan tes cepat antigen

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar