Terdapat 11 lokasi tanah longsor akibat banjir di Jaktim

Terdapat 11 lokasi tanah longsor akibat banjir di Jaktim

Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur memperbaiki tebing turap di Kelurahan Batuampar, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, yang ambles akibat banjir, Senin (22/2/2021). ANTARA/Andi Firdaus.

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemerintah Kota Jakarta Timur menangani 11 lokasi tanah longsor akibat banjir pada 19-20 Februari 2021.

"Tanah longsor ini mengakibatkan tebing turap hingga halaman rumah warga ambles," kata Kepala Seksi Pemeliharaan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur Puryanto di Jakarta, Selasa.

Puryanto mengatakan hingga Sabtu (20/2) dilaporkan tanah longsor terjadi di 11 lokasi di Kecamatan Ciracas, Kramat Jati, Jatinegara, Cipayung dan Pasar Rebo.

Longsor di Kecamatan Ciracas terjadi di Jalan Masjid RT03 RW07 Kelurahan Susukan sepanjang sepuluh meter berupa tembok rumah warga yang roboh akibat hujan deras. "Penanganan berupa merapikan puing-puing," katanya.

Selain itu, longsor juga terjadi di Jalan Abdulrahman Gang Rukun RT 012 RW 005
Kelurahan Cibubur sepanjang 30 meter dan Jalan Raya Bogor samping Polsek Pasar Rebo berupa tebing turap roboh sepanjang 30 meter. "Dua lokasi ini belum kita tangani," katanya.

Peristiwa serupa juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Kramat Jati, masing-masing di Jalan AMD RT 03 RW 05 Kelurahan Balekambang berupa tanah longsor sepanjang lima meter. "Belum dilakukan perbaikan sebab aliran Kali Ciliwung masih tinggi," katanya.

Tebing turap longsor juga terjadi di Jalan Batu Sari 3 RT 17 RW 02 Kelurahan Batu
Ampar sepanjang 15 meter akibat pondasi yang terkikis aliran saluran air. "Sudah ditangani sementara, sebelumnya juga pernah longsor sekitar 15 meter. Jadi ini longsor lanjutan," katanya.

Baca juga: Tanah longsor timpa sejumlah rumah di Kemang Timur
Baca juga: Ada longsor di Cilandak Barat
Sejumlah bangunan ruko di Pulogadung, Jakarta Timur, amblas akibat longsor di bantaran Saluran Penghubung Pulo Mas, Jumat (24/1/2020). (ANTARA/Andi Firdaus)
Wilayah Kecamatan Jatinegara juga tidak luput dari musibah tanah longsor yang membuat bantaran Kali Cipinang amblas sepanjang 30 meter akibat limpasan air sungai di Jalan Pancawarga 2 RT 14 RW 02 Kelurahan Cipinang Besar Selatan. "Belum dilakukan tindak lanjut sebab aliran Kali Cipinang masih deras," katanya.

Puryanto juga melaporkan sebanyak tiga titik tebing tanah di Kecamatan Cipayung mengalami longsor, masing-masing di Jalan Semar RT 010, RW 05 Kelurahan Munjul sepanjang 20 meter.

"Yang terkena dampak halaman rumah warga akibat pergeseran tanah saat hujan deras. Belum dilakukan tindak lanjut," katanya.

Turap saluran penghubung di Jalan Semar RT 010 RW 05 Kelurahan Munjul juga mengalami amblas sepanjang 15 meter akibat debit air saluran yang limpas. "Belum ditindaklanjuti," katanya.

Turap penghubung saluran air di Jalan Manunggal II RtT02 RW01 Kelurahan Ceger juga amblas 9,5 meter. "Kita tangani dengan mengangkat plat yang jatuh serta memasang kayu dolken sebagai penyangga sementara tanah," katanya.

Lokasi tanah longsor lainnya berada di Kecamatan Pasar Rebo sebanyak dua titik di Jalan H Balok RT15 RW009 Kelurahan Pekayon sepanjang 20 meter berupa turap Setu Arman yang jebol. "Masing-masing 6 meter dan 14 meter yang amblas. Puingnya sudah kita angkut," katanya.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden perintahkan tangani bencana di NTT & NTB secara cepat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar