Pedagang Tanah Abang tak miliki kupon vaksin jadi penyebab kerumunan

Pedagang Tanah Abang tak miliki kupon vaksin jadi penyebab kerumunan

Pedagang Pasar Tanah Abang yang menunggu di depan pintu masuk vaksinasi massal di Lantai 8 Blok A Pasar Tanah Abang, Selasa (23/2/2021). (ANTARA/Livia Kristianti)

Jakarta (ANTARA) - Pedagang yang tidak memiliki kupon vaksinasi massal dari Kementerian Kesehatan menjadi salah satu penyebab terjadinya antrean dan berkerumun yang berakhir melanggar protokol kesehatan di Lantai 8 dan 12 Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Kita kan hari ini sebenarnya sediakan kupon 3000.Nah tapi yang gak punya kupon juga dateng sehingga sulit diatur antreannya," ujar Koordinator Vaksinasi Pedagang Tanah Abang Siti Khalimah saat ditemui di Lantai 8 Pasar Tanah Abang, Selasa.

Selain itu  Siti menyebutkan kemungkinan terjadinya penumpukan antrean pedagang yang ingin divaksin terjadi akibat informasi awal bahwa vaksinasi hanya dilakukan enam hari terhitung sejak Rabu (17/2).

"Mungkin mereka para pedagang itu ramai- ramai antre karena terinfokan bahwa hari ini terakhir. Tapi kami memutuskan untuk ditambah sampai semua terlayani," ujar Siti.

Siti mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya selaku pengelola Blok A Pasar Tanah Abang agar di kemudian hari tidak terjadi penumpukan antrean seperti tadi siang.

Baca juga: Terjadi kerumunan, vaksinasi pedagang Pasar Tanah Abang dihentikan
Baca juga: TNI kerahkan 20 penyuntik vaksin COVID-19 pedagang Pasar Tanah Abang
Petugas Kepolisian membubarkan pedagang Tanah Abang yang menunggu vaksin dan berakhir berkerumun di Lantai 12 Blok A Pasar Tanah Abang, Selasa (23/2/2021). (ANTARA/Livia Kristianti)
Kegiatan vaksinasi massal di Pasar Tanah Abang Blok A dihentikan di hari ke enam pelaksanaannya akibat terjadinya kerumunan pedagang yang ingin divaksin.

Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan mengatakan awalnya pedagang yang mengantre baik di lantai 8 maupun di lantai 12 masih tertib namun lambat laun antrean memanjang dan berdesak-desakan menimbulkan kerumunan tak berjarak.

"Banyak pedagang datang tidak sesuai jadwal dan menyebabkan antrean tidak sesuai protokol kesehatan. Awalnya kami imbau jaga jarak," katanya.

Tapi diimbau juga tetap tidak menjaga jarak. Kemudian polisi berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan diputuskan dihentikan.

"Akhinya kami bubarkan pedagang," ujar Singgih saat ditemui di Lantai 8 Blok A Pasar Tanah Abang.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar