Batam siap jadi tuan rumah Muktamar IDI ke-31

Batam siap jadi tuan rumah Muktamar IDI ke-31

Wakil Ketua III DPRD Kepri Tengku Afrizal Dachlan menerima kunjungan pengurus IDI Pusat, IDI Batam, IDI Kepri, dan Dinkes Batam di kantor DPRD, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Selasa (23/2/2021). ANTARA/Ogen/am.

Saat ini Pengurus Besar (PB) IDI tengah melakukan penilaian kelayakan Batam sebagai tuan rumah Muktamar IDI ke-31,
Batam, Kepri (ANTARA) - Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), siap menjadi tuan ruan rumah Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-31 yang rencananya diselenggarakan pada bulan Oktober 2021.

"Saat ini Pengurus Besar (PB) IDI tengah melakukan penilaian kelayakan Batam sebagai tuan rumah Muktamar IDI ke-31," kata Ketua IDI Kota Batam dr  Indrayanti didampingi sejumlah Pengurus PB IDI, IDI Kepri, serta Dinas Kesehatan Batam saat berkunjung ke kantor DPRD Kepri di Pulau Dompak, Tanjungpinang, Selasa (23/2).

Dia mengatakan Muktamar IDI merupakan musyawarah nasional dokter Indonesia yang diadakan tiga tahun sekali untuk menetapkan pedoman pokok tatalaksana organisasi dan kebijakan strategis nasional.

Kegiatan tersebut bakal dihadiri seluruh pengurus cabang IDI se-Indonesia, dengan jumlah peserta sekitar 3.000 hingga 3.500 orang.

Dikatakannya Batam mengajukan diri sebagai calon tuan rumah bersama dengan tiga kota lainnya, yaitu Bandung, DKI Jakarta, dan Aceh.

"Satu dari keempat kota itu akan dipilih jadi tuan rumah. Besar harapan kami, Batam yang terpilih," kata Indrayanti.

Pihaknya optimistis PB IDI pusat memilih Batam menjadi tuan rumah karena daerah itu tidak kalah hebat dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Batam sangat dikenal sebagai kawasan maju khususnya di sektor industri dan pariwisata. Juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai, seperti perhotelan.

Selain itu, akses transportasi di daerah perbatasan langsung Singapura ini sangat lengkap, mulai dari darat, laut, hingga udara.

"Dari segi sarana dan prasarana pendukung, Batam sudah sangat siap," katanya.

Dia menyampaikan semua pemangku kepentingan dan pemerintah daerah, mulai dari Pemkot Batam, DPRD dan Pemprov Kepri sangat mendukung perhelatan Muktamar IDI ke-31 dilaksanakan di Batam.

Pihaknya juga memohon dukungan dari masyarakat agar muktamar dapat terlaksana di Batam, karena acara ini dapat mengangkat aspek ekonomi dan pariwisata yang tengah terpuruk imbas pandemi COVID-19.

"Dengan dukungan semua unsur di Kepri, mudah-mudahan jadi pertimbangan lebih IDI buat melaksanakan Muktamar di Batam," kata Indriyanti.

Sementara itu, Ketua Tim Kredensial PB IDI dr Ramlan Sitompul mengatakan sudah berkeliling melihat suasana Batam dari mulai bandara, kantor sekretariat IDI, infrastruktur, aula, hingga hotel pendukung.

Pihaknya menyambut baik antusias serta dukungan Pemerintah Daerah setempat terkait usulan pelaksanaan Muktamar IDI ke-31 di Batam.

Secara umum, kata dia, Batam memang bagus dan staretegis diusulkan jadi salah satu calon tuan rumah pada kegiatan Muktamar IDI tahun 2021.

Semua yang ditemukan di Batam akan diskusikan secara subjektif di tingkat pusat. IDI segera meneggelar rapat pleno untuk menentukan mana daerah terbaik dan layak jadi tuan rumah.

Menurutnya, penilaian tidak hanya terbatas pada aspek kota besar dan hebat.

"Keputusan penunjukkan lokasi Muktamar IDI paling lambat minggu kedua pertengahan Maret 2021," kata Ramlan Sitompul.

Wakil Ketua DPRD Kepri Tengku Afrizal Dachlan amat mengharapkan Batam dipilih sebagai penyelenggara kegiatan Muktamar IDI ke-31.

Iamenyebut ada dua manfaat dan aspek muktamar, yaitu menghasilkan kepemimpinan yang baru dari PB IDI. Suatu prestasi dan tantangan tersendiri apabila Muktamar tahun ini sukses dilaksanakan mengingat di di tengah masa pandemi COVID-19.

Kemudian, lanjutnya, kedatangan ribuan dokter di Batam akan berkontribusi positif bagi perkonomian daerah tersebut. Sebab, mereka tidak datang sendiri melainkan membawa keluarga, sehingga ada opsi untuk kegiatan pariwisata dengan protokol kesehatan.

Mantan Ketua IDI Kepri itu pun menyatakan apabila Muktamar IDI di Batam sukses dan aman dilaksanakan di tengah situasi COVID-19, maka daerah itu akan menjadi "role model" untuk berbagai pertemuan di Indonesia.

"Hal ini akan mengembalikan citra positif bagi Batam, umumnya Provinsi Kepri sebagai daerah penyumbang kunjungan wisman terbesar kedua di Indonesia setelah Bali," demikian Afrizal Dachlan.

Baca juga: Presiden hadiri Muktamar ke-30 IDI di Samarinda

Baca juga: Tenaga medis Batam kenakan pita hitam

Baca juga: Wapres buka Muktamar IDI

Baca juga: IDI: Empat dokter di Kepri meninggal terpapar COVID-19





 

Pewarta: Ogen
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Bea Cukai Juanda gagalkan penyelundupan ponsel ilegal dari Batam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar