Artikel

Perjuangan PLN wujudkan seluruh desa Sumbagsel berlistrik

Oleh Yudi Abdullah

Perjuangan PLN wujudkan seluruh desa Sumbagsel berlistrik

Peta kondisi kelistrikan PLN Wilayah S2JB (ANTARA/Yudi Abdullah/21)

Palembang (ANTARA) - Pimpinan dan karyawan Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Wilayah Sumsel, Jambi, dan Bengkulu (PLN UIW S2JB) berupaya secara maksimalkan menjalankan program listrik desa di tiga provinsi wilayah kerjanya tersebut.

Program pengembangan pelayanan listrik ke desa terpencil di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu hampir rampung karena hingga kini telah mencapai 95 persen lebih.

Manager Perencanaan PT PLN Unit Induk Wilayah Sumsel, Jambi, dan Bengkulu (UIW S2JB), Muhammad Syafdinnur pada acara "Virtual Meet-up Bareng Media" di Palembang pada akhir tahun 2020 menjelaskan bahwa meskipun terdapat banyak kendala, pihaknya terus bersemangat mengembangkan pelayanan listrik hingga pelosok desa.

Selama pelaksanaan pembangunan listrik desa ada beberapa kendala yang dihadapi seperti kondisi lapangan terdapat medan yang cukup berat.

"Pada saat pengiriman material cukup tersendat akibat di beberapa daerah yang memiliki kondisi geografis berupa perbukitan serta akses jalan yang sulit dilalui dikarenakan faktor cuaca yang sering hujan," ujarnya.

Pengalaman dan kemampuan petugas bekerja di medan yang cukup berat, serta melihat data jangkauan pelayanan listrik desa telah mencapai 95 persen lebih, pihaknya optimistis dalam satu atau dua tahun ke depan target seluruh desa bisa dijangkau pelayanan listrik PLN.

Dia menjelaskan, perluasan jangkauan pelayanan listrik di wilayah kerja PT PLN S2JB sangat memungkinkan karena terus dilakukan penambahan pembangkit listrik baik yang dibangun PLN maupun pihak swasta.

Selain itu sistem kelistrikan PLN di wilayah Sumatera sekarang ini telah interkoneksi dari Aceh hingga Lampung.

"Dengan sistem interkoneksi tersebut energi listrik yang diproduksi pembangkit yang ada di Sumatera dapat didistribusikan ke provinsi manapun yang mengalami kekurangan energi listrik," ujar Syafdinnur.


Desa berlistrik

Pengembangan pelayanan listrik hingga ke seluruh pelosk desa dalam wilayah kerja UIW S2JB sangat memungkinkan karena energi listrik yang dihasilkan pembangkit listrik yang ada di wilayah ini berlebih.

Sebagai gambaran, Provinsi Sumatera Selatan memiliki kelebihan energi listrik sekitar 450 megawatt pada saat beban puncak.

Menurut General Manager PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumsel, Jambi, dan Bengkulu (PLN UIW S2JB), Daryono, pembangkit listrik di Sumsel memiliki kapasitas terpasang 1.451 megawatt, energi listrik yang tersedia tersebut hanya terpakai 1.005 MW ketika beban puncak.

Kelebihan energi listrik sekitar 450 MW disalurkan ke provinsi tetangga atau ke provinsi yang berada dalam satu sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera yang mengalami kekurangan energi listrik.

Untuk menjamin pelayanan listrik kepada pelanggan tetap berjalan dengan baik, pihaknya berupaya menjaga keandalan pembangkit, transmisi, dan gardu induk dengan melakukan perawatan berkala.

Sedangkan untuk mengembangan pelayanan listrik desa, pihaknya terus berupaya membangun jaringan listrik desa dan gardu 50 Kilo Volt Ampere (KVA).

"Kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan jaringan listrik desa antara lain pembangunan jaringan tegangan 20 Kilo Volt (KV), jaringan tegangan rendah, dan gardu 50 KVA," ujar Daryono.

Kegiatan pembangunan jaringan listrik desa tersebut secara bertahap terus dilakukan sesuai dengan kondisi keuangan.

Khusus di wilayah Sumsel, pada 23 Desember 2020 pihaknya meresmikan listrik desa untuk melayani enam desa di dua kabupaten yakni Kabupaten Lahat dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

Program listrik desa Tahun Anggaran 2020 dilakukan di satu desa dalam wilayah Kabupaten Lahat yakni Desa Mekar Jaya Kecamatan Kikim Barat, serta di lima desa di Kabupaten OKU Selatan yakni Desa Remanam Jaya, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Desa Sumber Mulia, Desa Sumber Jaya, Kecamatan BPR Ranau Tengah, Desa Sugih Waras, dan Desa Talang Merbau, Kecamatan Banding Agung.

Dengan diresmikannya jaringan listrik desa di dua kabupaten tersebut, Daryono menjelaskan rasio desa berlistrik di Kabupaten OKU Selatan meningkat menjadi 96,1 persen.

Sedangkan di Kabupaten Lahat rasio desa berlistrik mencapai 100 persen dengan jumlah pelanggan baru yang bisa dilayani melalui proyek jaringan listrik desa itu sekitar 1.367 Kepala Keluarga (KK).

Perluasan jangkauan pelayanan listrik di wilayah kerja PT PLN S2JB sangat memungkinkan karena terus dilakukan penambahan pembangkit listrik baik yang dibangun PLN maupun pihak swasta.

Selain itu sistem kelistrikan PLN di wilayah Sumatera sekarang ini telah interkoneksi dari Aceh hingga Lampung.

Dengan sistem interkoneksi tersebut energi listrik yang diproduksi pembangkit yang ada di Sumatera dapat didistribusikan ke provinsi manapun yang mengalami kekurangan energi listrik.

Berdasarkan data, dari 6.314 desa yang ada di wilayah sumsel, Jambi, dan Bengkulu 6.173 di antaranya telah dialiri listrik atau hanya 459 desa yang belum terjangkau PLN.

Melihat rasio desa berlistrik di PLN Wilayah S2JB sekitar 95 persen dan kondisi pembangkit listrik yang telah interkoneksi dari Aceh hingga Lampung, dengan kegiatan pembangunan jaringan listrik desa yang terus berjalan hingga sekarang ini pihaknya optimistis layanan listrik bisa segera menjangkau seluruh desa.
 

Oleh Yudi Abdullah
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar