Insiden COVID-19 Spanyol turun di bawah level 'risiko ekstrem'

Insiden COVID-19 Spanyol turun di bawah level 'risiko ekstrem'

Seorang wanita dengan pakaian geisha menunjukkan kartu sensus kepada petugas pemilihan di tempat pemungutan suara selama pemilu wilayah Catalunya, ditengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Barcelona, Spanyol, Ahad (14/2/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Albert Gea/RWA/djo

Madrid (ANTARA) - Insiden COVID-19 Spanyol turun di bawah 250 kasus per 100.000 orang - ambang batas yang dianggap Kementerian Kesehatan sebagai "risiko ekstrem" penularan - untuk pertama kalinya dalam dua bulan pada Selasa (23/2).

Indikator tersebut, yang diukur selama 14 hari, turun menjadi 236 kasus dari angka 252 kasus sehari sebelumnya dan turun dari rekor 900 kasus pada akhir Januari, demikian data kementerian.

Disebutkan pula bahwa tercatat 7.461 kasus baru COVID-19 pada Selasa, sehingga secara keseluruhan berjumlah 3.161.432 kasus.

Jumlah kematian mengalami peningkatan 443 kasus sehingga totalnya menjadi 68.079, meski kematian yang baru saja terdaftar terjadi pada beberapa hari sebelumnya, menurut data. Jumlah kematian harian COVID-19 melandai dalam beberapa bulan terakhir.

Gelombang ketiga pandemi yang cepat surut serta kampanye vaksinasi yang berjalan lancar membuat sejumlah kawasan melonggarkan pembatasan COVID-19 seperti jam malam dalam beberapa pekan belakangan.

Sumber: Reuters

Baca juga: Inilah yang perlu Anda ketahui tentang virus corona sekarang

Baca juga: Berulang tahun saat pandemi, Kaisar Jepang harapkan masa depan cerah

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar