Ericsson percepat peluncuran 5G dengan Massive MIMO & RAN Compute

Ericsson percepat peluncuran 5G dengan Massive MIMO & RAN Compute

Ilustrasi. (ANTARA/Ericsson)

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi Ericsson telah meluncurkan tiga radio baru dalam portofolio Massive MIMO serta mengembangkan portofolio RAN Compute guna mempercepat peluncuran jaringan 5G pada pita frekuensi sedang.

"Setelah peluncuran pertama jaringan 5G, sekarang adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan 5G dengan memanfaatkan Massive MIMO ke tingkat yang jauh lebih luas," kata Head of Product Area Networks Ericsson, Per Narvinger, melalui keterangannya, Rabu.

"Dengan portofolio baru kami, penyedia layanan komunikasi dapat mempercepat implementasi pita sedang mereka secara efisien dengan kinerja yang lebih unggul bagi pelanggan mereka, sekaligus mengurangi konsumsi energi," imbuhnya.

Solusi baru itu didukung Ericsson Silicon - sistem perusahaan pada rangkaian chip (system on a chip/SoC) - yang menyediakan kemampuan pengolahan lanjutan untuk evolusi cepat dari jaringan hemat energi dan berkinerja tinggi.

Baca juga: Bisakah "vehicle-to-vehicle" diadaptasi Indonesia lewat 5G?

Dengan spektrum pita sedang baru tersebut, penyedia layanan komunikasi dapat memanfaatkan aset spektral 5G mereka untuk meluncurkan layanan dengan cepat dan efisien guna memberikan pengalaman yang lebih responsif kepada pelanggan broadband seluler.

Pita sedang menjembatani kecepatan, kapasitas, dan jarak jangkauan antara pita frekuensi rendah dan pita frekuensi tinggi. Jaringan 5G, yang memanfaatkan spektrum pita sedang dalam skala besar, akan memiliki kemampuan dalam memberikan pengalaman 5G yang matang bagi konsumen dan perusahaan.

Jajaran radio pita sedang Massive MIMO 5G ultra ringan Ericsson merupakan bagian dari portofolio Antenna-Integrated Radio (AIR) yang dirancang untuk memudahkan implementasi pita sedang bagi penyedia layanan.

Jaringan tersebut memungkinkan pengalaman pengguna 5G menyeluruh bagi pelanggan, sekaligus mengurangi footprint dan meningkatkan kapasitas hingga lebih dari tiga kali lipat.

Dengan berat hanya 20 kg, radio baru tersebut 45 persen lebih ringan jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya dan 20 persen lebih hemat energi, dengan pendinginan pasif untuk meminimalisir perawatan yang membutuhkan biaya banyak.

Radio tersebut dapat digunakan dari gedung pencakar langit di perkotaan hingga wilayah pinggiran kota dan pedesaan, seperti Fixed Wireless Access, otomotif, transportasi, dan logistik.

Ericsson juga meningkatkan portofolio RAN Compute dengan enam produk baru, termasuk opsi dalam dan luar ruangan untuk perluasan jangkauan 4G dan peluncuran 5G di pita sedang, dengan hasil lebih tinggi hingga 50 persen dan konsumsi energi 15 hingga 20 persen lebih rendah.

Tambahan terbaru pada portofolio Massive MIMO dan RAN Compute dari Ericsson didukung oleh Ericsson Silicon dengan rancangan arsitektur yang menyediakan radio Massive MIMO dengan perkiraan channel secara real time dan beamforming dengan ketelitian akurat, memungkinkan cakupan dan pengalaman pelanggan yang lebih luas.

Baca juga: Ericsson hadirkan solusi pembagian jaringan 5G

Baca juga: Jenis teknologi dan fitur yang diminati "savvy commuters" Jakarta

Baca juga: Riset: Teknologi digital tingkatkan infrastruktur transportasi Jakarta

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenristek dorong industri dalam negeri kembangkan teknologi 5G

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar