Kominfo terapkan strategi pembangunan infrastruktur digital menyeluruh

Kominfo terapkan strategi pembangunan infrastruktur digital menyeluruh

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate. ANTARA/www.kominfo.go.id/pri.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menerapkan strategi pembangunan infrastruktur secara menyeluruh, dari hulu ke hilir, untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

"Saya mendapat permintaan permohonan dan harapan dari seluruh pelosok tanah air, bahwa di banyak wilayah masih blankspot, masih belum tersedia layanan sinyal 4G," kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, dalam Rapat Kerja Nasional Akselerasi Transformasi Digital: Pengembangan SDM melalui Program Literasi Digital, yang diadakan secara virtual, dikutip dari keterangan pers, Rabu.

Baca juga: Riset: Teknologi digital tingkatkan infrastruktur transportasi Jakarta

Untuk menjawab tantangan konektivitas di era transformasi digital ini, Johnny menegaskan strategi pembangunan infrastruktur yang diterapkan saat ini menjadi hulu ke hilir, dari sebelumnya yang dimulai di area hulu.

Indonesia sudah menggelar lebih dari 342.000 kilometer kabel serat optik jaringan pita lebar, di darat dan laut, untuk menjangkau area pemukiman masyarakat dan layanan administrasi pemerintahan.

"Mulai tahun 2020 yang lalu kami merancang pola pembangunannya yang terbalik, bukan saja dari hulu dan menyambung ke hilir, tapi justru dari hilir untuk mengukur dan melihat wilayah mana saja yang coverage sinyalnya belum tersedia," kata Johnny.

Pemerintah meyakini pola pembangunan tersebut bisa memenuhi kebutuhan digital masyarakat, yang semakin meningkat karena pandemi COVID-19.

Dalam peta jalan pembangunan infrastruktur digital, Kominfo melihat ada lebih dari 501.000 titik pusat layanan publik di Indonesia, sekitar 150.000 diantaranya belum memiliki akses internet.

Untuk mencukupi kebutuhan digital masyarakat, saat ini pemerintah juga menggunakan sembilan satelit yang terletak di orbit Indonesia, lima merupakan satelit nasional, empat lainnya milik asing.

Pemerintah juga sedang merancang satelit Satria berkapasitas 150Gbps, yang ditargetkan bisa diluncurkan ke orbit pada 2023. Penggunaan satelit tersebut untuk komersial diperkirakan pada kuartal ketiga 2023.

Pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan juga untuk mengurangi kesenjangan digital di Indonesia.

Baca juga: Anabatic-Huawei bidik peluang kebutuhan infrastruktur digital bank

Baca juga: PII dan UPDM berikan pelatihan bisnis digital bagi pelaku UMKM

Baca juga: Indonesia terapkan tiga skema pendanaan bangun infrastruktur digital

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Cerita dari Selatan - Pundi pundi uang industri game Indonesia( bagian 2 dari 3)

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar