Sepekan, kasus DBD di Mataram bertambah 13 orang

Sepekan, kasus DBD di Mataram bertambah 13 orang

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi. ANTARA/Nirkomala

pasien saat tiba di rumah sakit sudah parah
Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, dalam waktu sepekan kasus demam berdarah dengue (DBD) bertambah sebanyak 13 orang, sehingga kasus DBD secara kumulatif dari Januari 2021 menjadi 66 orang, dua diantaranya meninggal dunia.

"Data Selasa (16/2-2021) jumlah kasus DBD sejak Januari 2021, tercatat 53 orang dan pada Selasa (13/2-2021) naik menjadi 66 orang atau bertambah 13 orang dalam waktu sepekan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Rabu.

Menurutnya, peningkatan kasus DBD tersebut terjadi karena faktor cuaca akhir-akhir ini terjadi hujan deras, sehingga memicu genangan air dimana-mana yang berpotensi menimbulkan jentik nyamuk.

"Genangan air yang ada pada barang-barang tidak terpakai, jika tidak dibersihkan langsung memicu munculnya jentik nyamuk DBD," katanya.

Terkait dengan itu, Usman berharap, selama musim hujan ini masyarakat bisa lebih aktif menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar," katanya.

Baca juga: Kasus DBD di Mataram mencapai 630 orang

Sementara pemerintah akan melakukan intervensi dengan memberikan bubuk abate, dan pelayanan pengasapan (fogging) fokus pada wilayah yang terdapat kasus DBD, dan sesuai permintaan.

"Untuk fogging memang hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, sementara jentiknya hanya bisa dimusnahkan dengan melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," katanya.

Dari 66 kasus DBD tersebut, kata Usman, kelurahan yang mendominasi temuan kasus DBD adalah Kelurahan Pagesangan Timur, karena itu tim dari puskesmas setempat saat ini sedang gencar memberikan sosialisasi dan edukasi pencegahan DBD.

Menyinggung dua kasus meninggal akibat DBD, katanya, dipicu karena dua pasien itu terlambat dibawa ke rumah sakit. "Kondisi pasien saat tiba di rumah sakit sudah parah. Hari ini masuk, besoknya meninggal," katanya.

Terkait dengan itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat ketika memiliki masalah kesehatan apalagi ada gejala ke DBD seperti, mual dan muntah, demam tinggi, ruam, flu, dan nyeri agar segera berobat ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.

"Pelayanan kesehatan di 11 puskesmas itu sudah gratis, jadi masyarakat jangan ragu datang berobat agar bisa segera tertangani," katanya.

Baca juga: DBD meningkat, Dinkes Mataram minta warga waspada
Baca juga: Kota Kupang siapkan 1,4 ton abate cegah DBD




 

Pewarta: Nirkomala
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Cegah DBD, petugas kesehatan lakukan pengasapan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar