Uni Eropa dukung donasi vaksin COVID-19 bagi petugas kesehatan Afrika

Uni Eropa dukung donasi vaksin COVID-19 bagi petugas kesehatan Afrika

Dokumentasi - Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengangkat tangan saat menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya untuk Uni Eropa pada sidang pleno Parlemen Eropa, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) yang masih berlanjut, di Brussels, Belgia, Rabu (16/9/2020). (ANTARA FOTO/REUTERS/Yves Herman/FOC/djo.)

Akan tetapi kami melihat bagaimana kami dapat membuat perubahan, ketika kami berkumpul dan memanfaatkan suara kami, sehingga kami harus bertindak agar semua orang mendapat akses vaksin COVID-19 secepat mungkin
Jenewa (ANTARA) - Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Selasa mendukung seruan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk menyumbangkan vaksin COVID-19 kepada petugas kesehatan di Afrika, ketika sebuah acara bertabur bintang mendukung pembagian vaksin yang adil.

"Vaksin masih langka di mana-mana, tetapi ini kepentingan bersama kami untuk membagikannya," kata von der Leyen melalui siaran web Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Dan oleh sebab itu saya mendukung usulan Presiden Macron untuk menyumbangkan dosis vaksin yang diperlukan untuk memvaksin petugas layanan kesehatan di Afrika."

Baca juga: Zimbabwe terima 200 ribu dosis vaksin COVID-19 dari Sinopharm China
Baca juga: Afsel kembalikan satu juta dosis vaksin AstraZeneca produksi India


Uni Eropa telah memberi dana tambahan 500 juta euro (sekitar Rp 8,5 triliun)) untuk inisiatif COVAX, yang didukung WHO, untuk memasok suntikan COVID-19 ke negara-negara berkembang, dengan menggandakan kontribusi awal blok tersebut.

Global Citizen, sebuah organisasi internasional yang bekerja untuk mendorong gerakan mengakhiri kemiskinan ekstrem hingga 2030, meluncurkan kampanye untuk mendukung distribusi vaksin secara merata, yang bakal disiarkan pada Mei.

Billie Eilish, penyanyi sekaligus pencipta lagu asal Amerika yang menyabet penghargaan Grammy, dijadwalkan turut serta dalam acara tersebut.

"Setahun yang lalu saya mengisi tiga acara selama tur dunia saya, begitu ada COVID-19 kami harus membatalkan semuanya ... Pandemi masih melanda seluruh dunia, dan saya masih seperti kebanyakan anda yang berada di rumah," kata penyanyi berusia 19 tahun itu.

"Akan tetapi kami melihat bagaimana kami dapat membuat perubahan, ketika kami berkumpul dan memanfaatkan suara kami, sehingga kami harus bertindak agar semua orang mendapat akses vaksin COVID-19 secepat mungkin."

Sumber: Reuters

Baca juga: Presiden Prancis: Barat harus sumbang vaksin COVID-19 ke Afrika
Baca juga: Uni Afrika sebut Rusia tawarkan 300 juta dosis vaksin Sputnik V

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar