Banjir masih rendam 10 kecamatan di Kabupaten Bekasi

Banjir masih rendam 10 kecamatan di Kabupaten Bekasi

Banjir yang merendam permukiman warga di Kampung Babakan Banten, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (24/2/2021) akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum berangsur-angsur surut. FOTO ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.

Hingga hari ini terdata 84 titik banjir di 30 desa yang berada di 10 Kecamatan dengan ketinggian air maksimal satu meter berada di Kecamatan Muaragembong
Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mencatat 10 kecamatan di daerah itu masih terendam banjir dengan ketinggian muka air 20-100 meter meski sebagian wilayah sudah mulai surut.

"Hingga hari ini terdata 84 titik banjir di 30 desa yang berada di 10 Kecamatan dengan ketinggian air maksimal satu meter berada di Kecamatan Muaragembong," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Henri Lincoln di Cikarang, Rabu.

Ia mengatakan tinggi muka air di Kecamatan Muaragembong berkisar 40-100 sentimeter. Kecamatan Pebayuran setinggi 30-80 sentimeter, Cabangbungin 20-80 sentimeter, Sukawangi 40-60 sentimeter, dan Kecamatan Sukatani dengan ketinggian 50-80 sentimeter.

Kemudian di Kecamatan Sukakarya dengan ketinggian muka air 50 sentimeter, Karangbahagia 30-40 sentimeter, Cikarang Timur 20-40 sentimeter, Kedungwaringin 20-40 sentimeter, serta Kecamatan Tambun Utara setinggi 20-30 sentimeter.

"Petugas sampai hari ini masih melakukan penanganan di lokasi banjir tersebut," katanya.

Dari 10 kecamatan itu, kata dia, sebanyak 13.872 keluarga yang menjadi korban banjir. Sebagian besar warga terutama di wilayah yang sudah mulai surut telah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa-sisa banjir.

Pemerintah Kabupaten Bekasi terus melakukan pemetaan dampak banjir seperti pendataan rumah rusak, areal persawahan, hingga sarana dan prasarana umum yang rusak akibat musibah banjir.

"Berdasarkan informasi, untuk perbaikan tanggul jebol Sungai Citarum, pemerintah daerah berkoordinasi dengan provinsi maupun pusat karena perbaikan sesuai kewenangan," katanya.

Henri menyebut secara keseluruhan banjir di Kabupaten Bekasi tahun ini melanda 19 kecamatan atau tujuh kecamatan lebih banyak dibanding banjir tahun sebelumnya.

Selain curah hujan tinggi dan efek pembangunan, banjir tahun ini disebabkan jebolnya sejumlah tanggul penahan air di daerah aliran Sungai Citarum.

Pemerintah daerah telah melakukan evakuasi terhadap warga yang rumahnya terendam banjir selain juga menyiagakan posko pengungsian di 55 titik, 12 dapur umum, serta enam posko kesehatan, demikian Henri Lincoln.

Baca juga: 13 rumah di Kabupaten Bekasi diterjang banjir jebolnya tanggul Citarum

Baca juga: 37.792 korban banjir di Kabupaten Bekasi masih bertahan di pengungsian

Baca juga: Atasi banjir, Kabupaten Bekasi prioritaskan perbaikan aliran sungai

Baca juga: Banjir setinggi 2,5 meter masih merendam Bekasi

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Tanggul Citarum jebol, 30 rumah hancur dan warga masih mengungsi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar