Pembangunan koridor timur Jakarta harus perhatikan tata ruang

Pembangunan koridor timur Jakarta harus perhatikan tata ruang

Kawasan Cikarang bagian dari koridor timur Jakarta. ANTARA/Ganet Dirgantoro.

Jakarta (ANTARA) - Staf Ahli Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Sumber Daya Alam Lucky Harry Korah meminta agar pembangunan di koridor timur Jakarta selalu memperhatikan tata ruang.

"Harus diakui pembangunan di koridor timur Jakarta maju pesat seiring dengan pembangunan infrastruktur, namun harus tetap terkendali," kata Lucky dalam diskusi virtual di Jakarta, Rabu.

Dia mengingatkan pentingnya pengembang untuk memperhatikan peraturan yang berlaku terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan 
(Amdal). "Ruang terbuka hijau tentunya kendali dan pengawasan berada di pemerintah daerah," katanya.

Lucky mengatakan dari data yang dikeluarkan REI hampir 47 persen hunian di Jabodetabek berlokasi di koridor timur.

Hadirnya kereta cepat Jakarta-Bandung, Pelabuhan Patimban, LRT, tol layang Jakarta-Cikampek membuat kegiatan investasi dan usaha di koridor timur lebih pesat dibanding lainnya.

"Saya mendorong agar pemerintah daerah maupun sektor usaha untuk menerapkan pembangunan berkelanjutan yang berarti memperhitungkan dampak ekonomi, sosial budaya, hingga masyarakat sekitar," kata Lucky.

Lucky mengatakan, pengadaan rumah pada umumnya di Indonesia sudah seimbang dalam artian 70 persen merupakan pembeli dari kalangan menengah ke bawah.

Baca juga: Ketum REI minta desain hunian menyesuaikan dengan kondisi pandemi
Baca juga: Penjualan lahan industri Jakarta dan sekitarnya tumbuh 68,4 persen
Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. (ANTARA/HO-BKIP-Kemenhub/am.)
Influencer dan entrepreneur, Stella Natalia mengatakan, kawasan koridor timur menjadi pilihan sebagai kawasan hunian yang cocok untuk mendukung gaya hidup masyarakat pada masa pandemi.

"Saya memilih tinggal di koridor yimur karena lokasinya berada di tengah Jakarta dan Bandung sehingga mudah untuk menjangkau ke dua kota ini," kata Stella.

Sebagai influencer tentunya agak sulit dalam kondisi pandemi seperti sekarang untuk bepergian. Karena itu, dia menyiasati dengan membuat studio mini yang menarik untuk acara bincang-bincang.

Tidak hanya itu, sebagian rumahnya juga didesain sedemikian rupa untuk kafe dan ruang kreatif, yakni untuk kegiatan sanggar tari.

Stella juga menyampaikan tips untuk membeli hunian di tengah pandemi, yakni pemilihan lokasi, kenyamanan dan prospektif.

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kereta Cepat Bandung-Jakarta ditargetkan beroperasi 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar