Harga karet di Sumatera Selatan terus naik

Harga karet di Sumatera Selatan terus naik

Petani memanen getah karet di Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (8/1/2019). ANTARA/Nova Wahyudi.

Harga karet di Provinsi Sumatera Selatan tembus di kisaran Rp20.000/Kg untuk KKK 100 persen sejak Senin (22/2) yakni tepatnya Rp20.423/Kg.
Palembang (ANTARA) - Harga karet alam di Sumatera Selatan terus naik dalam sepekan terakhir hingga tembus kisaran Rp20.000/kg untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan Rudi Aprian di Palembang, Rabu, mengatakan, kenaikan harga ini tak lepas dari pengaruh kenaikan harga minyak mentah di pasar global.

“Seperti diketahui, harga getah (karet) biasanya mengikuti harga minyak mentah. Jika naik, ikut naik,” kata dia.

Baca juga: Harga karet KKK 100 persen tembus Rp19.000/Kg

Harga karet di Provinsi Sumatera Selatan tembus di kisaran Rp20.000/kg untuk KKK 100 persen sejak Senin (22/2) yakni tepatnya Rp20.423/kg. Harga yang terbentuk ini untuk kali pertama setelah terakhir terjadi pada 3 Desember 2020 yakni Rp 20.432/kg.

Pada Selasa (23/2) harga karet KKK 100 persen Rp20.914/kg, KKK 70 persen Rp14.640/kg, KKK 60 persen Rp12.548/kg, KKK 50 persen Rp10.457/kg, dan KKK 40 persen Rp8.366/kKg.

Pada Rabu (24/2) harga karet KKK 100 persen Rp20.075/kg, KKK 70 persen Rp14.753/kg, KKK 60 persen Rp12.645/kg, KKK 50 persen Rp10.538/kg, dan KKK 40 persen Rp8.430/kg.

“Dalam tiga hari terakhir stabil di kisaran Rp20.000/kg untuk KKK 100 persen,” kata dia.

Baca juga: Di tengah pandemi, nilai ekspor karet Sumut pada 2020 naik 5,63 persen

Hal ini dipengaruhi oleh Keputusan Arab Saudi untuk memangkas produksi secara sukarela dalam jumlah besar di bulan Februari dan Maret sehingga turut mendongkrak harga, dimana sebelumnya ada komitmen pemangkasan produksi oleh Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).

Sebagaimana diketahui bahwa minyak merupakan bahan baku karet sintetis, dengan mahalnya harga minyak maka konsumen akan beralih ke karet alam, dengan demikian permintaan meningkat dan produksi masih tetap memicu harga terdongkrak naik

Secara keseluruhan kondisi seperti sekarang ini punya momentum cukup kuat untuk harga bisa bertahan antara Rp19.000-Rp20.000/kg, tapi berapa lama bertahan tidak dapat diduga karena faktor lain dapat juga mempengaruhi harga.

Harga di tingkat Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) lelang mingguan per hari ini berkisar antara Rp10.000-Rp12.000/kg untuk KKK antara 50-60 persen.

Sementara harga karet harian di tingkat petani tradisional masih berkisar Rp6.000-Rp8.000/kg.

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Keseruan balapan bebek karet di Canterbury

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar