Warga Intan Jaya mengungsi di gereja dibantu Freeport 5,3 ton sembako

Warga Intan Jaya mengungsi di gereja dibantu Freeport 5,3 ton sembako

VP SLD PTFI Nathan Kum bersama Sekretaris Keuskupan Timika Pastor Andreas Madya Sriyanto SCJ saat penyerahan bantuan PTFI untuk warga masyarakat di Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua, Rabu (24/2/2021). ANTARA/HO-Humas PTFI.

Keuskupan Timika telah menerima laporan dari Pastor Paroki Bilogai, Intan Jaya bahwa situasi keamanan di wilayah itu hingga kini belum sepenuhnya kondusif
Timika, Papua (ANTARA) - PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan bantuan kemanusiaan seberat 5,3 ton bahan kebutuhan pokok atau sembako untuk warga korban konflik yang mengungsi ke gereja Paroki Bilogai, Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua, melalui Keuskupan Timika, Rabu.

Vice Presiden SLD PTFI Nathan Kum mewakili manajemen PTFI mengatakan penyaluran bantuan tersebut merespon surat dari Administratur Diosesan Timika Pastor Marthen Kuayo Pr baru-baru ini untuk membantu meringankan beban masyarakat yang mengungsi di pusat Paroki Bilogai, Intan Jaya.

"Kurang lebih terdapat 600 kepala keluarga, termasuk mama-mama Papua dan anak-anak mengungsi di gereja Paroki Bilogai. Mereka membutuhkan bahan makanan sehingga kami membantu 5,3 ton bahan makanan pokok melalui Keuskupan Timika," katanya.

Bantuan yang disumbangkan PTFI itu berupa bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, mie instan, minyak goreng dan lainnya.

Ia berharap bantuan tersebut kiranya dapat dibagikan secara merata bagi warga yang sangat membutuhkannya.

"Kami dari keluarga besar PTFI turut prihatin atas konflik yang terjadi di Intan Jaya dengan harapan semoga situasi di sana bisa secepatnya pulih kembali," kata Nathan Kum.
Aneka barang kebutuhan pokok seberat 5,3 ton sumbangan PTFI untuk membantu warga masyarakat di Bilogai, Intan Jaya. (FOTO ANTARA/HO-Humas PTFI)

Sekretaris Keuskupan Timika Pastor Andreas Madya Sriyanto SCJ berterima kasih kepada PTFI yang sudah ikut ambil bagian memberi perhatian bagi warga masyarakat yang menjadi korban konflik di Intan Jaya.

"Masyarakat di sana pasti merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan dari PTFI ini," katanya.

Ia mengatakan bahwa Keuskupan Timika telah menerima laporan dari Pastor Paroki Bilogai, Intan Jaya bahwa situasi keamanan di wilayah itu hingga kini belum sepenuhnya kondusif.

Warga berlindung di sekolah, gereja, bahkan ada yang mengungsi ke tempat lain seperti di Nabire.

"Ada komunikasi dengan Nabire, saat ini keuskupan Timika sangat memberi perhatian penuh bagi Intan Jaya, kami berharap situasi segera pulih," demikian Andreas Madya Sriyanto.

Baca juga: Pemuka agama seruhkan akhiri konflik Intan Jaya

Baca juga: Polda Papua: Situasi Intan Jaya kondusif warga kembali ke rumahnya

Baca juga: Wabup Intan Jaya: Roda pemerintahan tetap berjalan meskipun konflik

Baca juga: Prajurit Denzipur 12/OHH bangun perumahan Dinkes Hitadipa Intan Jaya


 

Pewarta: Evarianus Supar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pengungsi Rohingya gelombang dua berangkat ke Medan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar