Pemerintahan Biden distribusikan lebih dari 25 juta masker

Pemerintahan Biden distribusikan lebih dari 25 juta masker

Dokumentasi - Tenaga kesehatan bekerja di dalam unit penanganan penyakit virus corona (COVID-19) di United Memorial Medical Center saat Amerika Serikat hampir mencapai angka 300.000 kematian, di Houston, Texas, Amerika Serikat, Sabtu (12/12/2020). (ANTARA FOTO/REUTERS/Callaghan O'Hare/rwa/cfo/am.)

Masker ini gratis, berkualitas tinggi, dapat dicuci
Washington (ANTARA) - Pemerintahan Biden akan mengirimkan lebih dari 25 juta masker ke pusat kesehatan masyarakat maupun dapur umum pada musim semi ini sebagai bagian upaya dari pertempuran melawan pandemi virus corona, kata Gedung Putih pada Rabu.

Otoritas kesehatan AS merekomendasikan pemakaian masker sebagai langkah penting untuk membantu memperlambat penyebaran penyakit mematikan itu.

Gedung Putih mengatakan orang Amerika berpenghasilan rendah masih belum memiliki akses ke masker.

Pemerintah akan mengirimkan masker ke lebih dari 1.300 pusat kesehatan masyarakat dan 60.000 dapur umum antara Maret dan Mei, kata Gedung Putih.

Masker tersebut diperkirakan akan mencapai antara 12 juta dan 15 juta orang Amerika.

Presiden AS Joe Biden mengeluarkan mandat penggunaan masker pada Januari ketika pandemi berkecamuk.

Kemudian, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengeluarkan perintah pembersihan yang mengharuskan penggunaan masker di hampir semua bentuk transportasi umum.

Gedung Putih mengatakan dua pertiga orang yang dilayani oleh pusat kesehatan komunitas bagi yang hidup dalam kemiskinan. 60 persen adalah etnis minoritas, dan hampir 1,4 juta orang kehilangan tempat tinggal.

"Masker ini gratis, berkualitas tinggi, dapat dicuci, dan sesuai dengan panduan masker dari CDC. Semua masker ini akan dibuat di Amerika, dan tidak akan mempengaruhi ketersediaan masker bagi petugas kesehatan," kata pernyataan itu.
Baca juga: Fauci: Orang Amerika masih butuh masker untuk lawan COVID pada 2022
Baca juga: Korban jiwa COVID di AS sudah hampir 500.000 orang



Sumber : Reuters

Penerjemah: Azis Kurmala
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar