Balap Sepeda

Giro d'Italia menguntungkan bagi para spesialis tanjakan

Giro d'Italia menguntungkan bagi para spesialis tanjakan

Para peserta balap sepeda Giro d'Italia 2020 saat mengayuh sepeda mereka selama etape ke-20 yang menempuh rute sejauh 198 kilometer dari Alba sampai Sestriere pada 24 Oktober 2020. (Photo by Luca Bettini / AFP) (AFP/LUCA BETTINI)

Keadaan itu tentu menguntungkan para spesialis tanjakan
Jakarta (ANTARA) - Giro d'Italia tahun ini termasuk finis enam pegunungan dan tujuh etape perbukitan, kata penyelenggara turnamen balap sepeda itu seperti dikutip Reuters, Kamis, saat mengumumkan rincian rute untuk balap sepeda yang berlangsu dari 8 sampai 30 Mei nanti itu.

Balap sepeda etape terbesar kedua di dunia setelah Tour de France itu, tahun ini memiliki perbedaan ketinggian secara keseluruhan mencapai 46.900 meter.

Keadaan itu tentu menguntungkan para spesialis tanjakan, seperti pebalap sepeda asal Kolombia yang juara Tour de France 2019, Egan Bernal, dan andalan tuan rumah Vincenzo Nibali.

Akan ada dua time trial, masing-masing satu saat awal lomba di Turin dan yang kedua pada akhir lomba di Milan, enam etape untuk sprinter dan tujuh etape pegunungan tinggi termasuk enam finis tanjakan.

Balap sepeda ini akan dua kali melewati negara di luar Italia, yakni Slovenia dan Swiss, dan akan melewati 14 dari total 20 wilayah di Italia.

Pebalap sepeda Inggris Tao Geoghegan Hart yang merupakan juara Giro tahun lalu, tidak akan mempertahankan gelarnya karena tengah fokus mempersiapkan Tour de France.
Baca juga: Wilco Kelderman ambil alih klasemen Giro d'Italia
Baca juga: Yates keluar dari Giro d'Italia setelah positif COVID-19

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pembangunan arena balap sepeda trek Asian Games ke-19 di China hampir rampung

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar