Riset Denmark: Pasien varian COVID Inggris lebih berisiko dirawat inap

Riset Denmark: Pasien varian COVID Inggris lebih berisiko dirawat inap

Dokter dengan dibantu perawat menangani pasien COVID-19 di ICU Rumah Sakit Robert Ballanger di Aulnay-sous-Bois dekat Kota Paris di Prancis, Senin (26/10/2020). Rumah-rumah sakit di Prancis menghadapi kedatangan pasien COVID-19 gelombang kedua. ANTARA FOTO/REUTERS/Gonzalo Fuentes/wsj.

Kopenhagen (ANTARA) - Sebuah riset di Denmark menemukan bahwa orang yang terinfeksi varian COVID-19 yang lebih menular, yang pertama kali muncul di Inggris memiliki risiko lebih tinggi dirawat di rumah sakit, menurut Serum Institute Denmark pada Rabu (24).

Dari 2.155 orang yang terinfeksi varian dengan kode B117 dalam riset tersebut, sebanyak 128 orang dirawat inap, tingkat yang 64 persen lebih tinggi ketimbang mereka yang tertular varian lain.

Melalui pernyataan, Serum Institute menyebutkan bahwa hasil riset tersebut konsisten dengan riset serupa yang dilakukan di Inggris awal Februari ini.

Varian virus corona B117 pekan lalu menjadi dominan di Denmark serta menyumbang hampir dua pertiga dari semua infeksi baru. Angka tersebut naik kurang dari lima persen pada awal tahun.

Denmark berada di garis terdepan dalam mengurutkan genom --metode yang digunakan untuk menganalisis materi genetik virus corona dalam menentukan varian.

Sumber: Reuters

Baca juga: Brazil konfirmasi varian COVID Inggris di dua negara bagian
​​​​​​​
Baca juga: Denmark cabut sejumlah pembatasan COVID mulai 1 Maret

Baca juga: Denmark hukum seorang pria 4 bulan penjara karena batuk depan polisi



 

Varian baru COVID-19 menyebar di Eropa


 

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar