Komisi X : Vaksinasi harus tuntas sebelum pembelajaran tatap muka

Komisi X : Vaksinasi harus tuntas sebelum pembelajaran tatap muka

Petugas melakukan pemeriksaan awal kepada tenaga pendidik sebelum vaksinasi COVID-19 di SMA Negeri 70 Jakarta, Jakarta, Rabu (24/2/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

Dengan vaksinasi para guru maka mereka mempunyai imunitas untuk meminimalkan penularan COVID-19 kepada anak didik mereka
Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Syaiful Huda meminta agar program vaksinasi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan harus tuntas sebelum pembelajaran tatap muka dimulai.

“Kami menilai target Presiden Jokowi untuk membuka sekolah dan mengadakan pembelajaran tatap muka Juli mendatang harus didukung. Dengan demikian ancaman 'loss learning' bagi anak-anak kita bisa diminimalkan,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan pembelajaran jarak jauh sebagai alternatif pola belajar selama pandemi COVID-19 banyak dikeluhkan siswa, guru, maupun orang tua siswa.

Berbagai kendala mulai dari keterbatasan kuota, minimnya gawai hingga tidak meratanya akses internet membuat proses pembelajaran jarak jauh tidak berjalan maksimal. Akibatnya, banyak peserta didik yang tidak mendapatkan kompetensi sesuai dengan tingkatnnya.

“Harus diakui pembelajaran tatap muka saat ini masih merupakan metode terbaik di Indonesia. Oleh karena itu kami mendukung pembukaan sekolah di awal tahun ajaran baru nanti,” katanya.

Ia memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah memulai proses vaksinasi kepada 5 juta tenaga pendidik di Tanah Air.

Menurut dia hal ini akan menjadi langkah awal untuk memastikan keamanan proses belajar mengajar dengan tatap muka di sekolah.

“Dengan vaksinasi para guru maka mereka mempunyai imunitas untuk meminimalkan penularan COVID-19 kepada anak didik mereka. Dengan demikian saat ini tinggal mengatur bagaimana protokol kesehatan bagi anak didik agar proses belajar mengajar bisa berlangsung aman,” kata dia.

Beberapa protokol kesehatan yang harus diterapkan antara lain pembatasan jumlah siswa dalam kelas, adanya "thermogun", wastafel, dan penyanitasi . Selain itu juga harus dijaga kebersihan dan kedisplinan dalam menjaga jarak saat waktu istirahat.

“Nantinya sekolah harus mengatur jam sekolah dalam sistem rotasi sehingga tidak terjadi kerumunan. Bahkan jika perlu untuk tahap awal sekolah tidak menerapkan jam pelajaran secara penuh, tetapi bertahap sesuai dengan kondisi pandemi di Tanah Air. Namun yang penting sekolah tatap muka bisa dilakukan terlebih dahulu meski bertahap pelaksanaannya,” demikian Syaiful Huda.

Baca juga: Mendikbud: Pembelajaran tatap muka bisa dimulai setelah vaksinasi guru

Baca juga: P2G minta pemerintah libatkan organisasi guru dalam vaksinasi

Baca juga: Nadiem: Prioritas vaksin untuk guru jenjang PAUD dan SD

Baca juga: PGRI : Vaksinasi guru upaya percepat pembelajaran tatap muka


Pewarta: Indriani
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Vaksinasi guru rendah, SMA di Sulteng tunda belajar tatap muka

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar