Ekonomi kreatif-digital Indonesia harus jadi kebanggaan pada 2045

Ekonomi kreatif-digital Indonesia harus jadi kebanggaan pada 2045

Bambang PS Brodjonegoro mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/pd/pri.

Harapannya tahun 2045 ketika kita bisa menjadi negara yang berpendapatan tinggi atau negara maju, salah satu sektor yang akan bisa dibanggakan itu adalah ekonomi kreatif dan digital
Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro berharap sektor ekonomi kreatif dan digital Indonesia menjadi sektor kebanggaan dan unggulan pada tahun 2045.

"Harapannya tahun 2045 ketika kita bisa menjadi negara yang berpendapatan tinggi atau negara maju, salah satu sektor yang akan bisa dibanggakan itu adalah ekonomi kreatif dan digital," katanya dalam seminar virtual (webinar) bertajuk "Connecting Indonesia Discover What's Possible" di Jakarta, Kamis.

Pada saat itu, diharapkan Indonesia tidak lagi dikenal hanya dengan sumber daya alamnya atau hanya dikenal dengan pasarnya yang besar tapi Indonesia dikenal sebagai ekonomi yang kuat dalam ekonomi kreatif dan ekonomi digital.

Untuk mewujudkannnya, inovasi benar-benar harus diarahkan kepada ekonomi minim kontak (less contact ekonomy). Seluruh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah harus segera terkoneksi dengan ekonomi digital agar kemajuannya bisa lebih cepat.

"Tidak ada pilihan,  'small medium enterprise' (SME) atau usaha kecil dan menengah harus terkoneksi secara digital," katanya.

Menristek menyatakan pandemi COVID-19 saat ini serta transformasi digital mengajarkan bahwa sudah saatnya melakukan kegiatan dengan lebih efisien, dengan sebagian tidak langsung berdasarkan kepada kontak fisik atau pertemuan tatap muka.

Karenanya, harus bisa memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung adanya "hyperconnectivity" yang sudah dibuktikan dengan kegiatan perdagangan dalam jaringan (e-commerce) dan e-logistik yang makin lama makin menjadi arus utama dalam kehidupan sehari-hari, demikian Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro.

Baca juga: Sandiaga ajak pelaku kreatif diskusi bahas masa depan

Baca juga: Survei: Indonesia butuh ratusan juta pekerja digital pada 2025

Baca juga: Menparekraf: Banyuwangi sukses kawinkan pariwisata-ekonomi kreatif

Baca juga: Digitalisasi berikan manfaat berkelanjutan untuk UMKM

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menristek: RT LAMP agar jadi alat tes COVID-19 daerah pelosok

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar