PSOI segera berbenah setelah dikukuhkan KONI Pusat

PSOI segera berbenah setelah dikukuhkan KONI Pusat

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI) Arya Sena Subyakto (kanan) saat memberikan cenderamata kepada Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman di Kantor KONI Pusat Senayan, Jakarta, Kamis (25/2/2021. ANTARA/Bayu Kuncahyo

Bali, Nias merupakan daerah yang menjadi jujukan peselancar dunia
Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI) segera berbenah setelah menjadi organisasi mandiri dan kepengurusannya telah dikukuhkan oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman di Jakarta, Kamis.

Selancar ombak atau lebih dikenal dengan surfing, sebenarnya sudah cukup lama populer di Indonesia. Bahkan beberapa atletnya sudah mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

"Sejak 2008 saya sudah berkecimpung di surfing. Prestasi juga sudah bisa dilihat. Awalnya di Asian Beach Games Bali," kata Ketua Umum PSOI Arya Sena Subyakto usai dilantik.

Baca juga: Peselancar Indonesia terkendala visa El Salvador

Dengan kepengurusan PSOI dikukuhkan, kata dia, ia mengaku sudah menyiapkan program yang sejak lama disiapkan dan salah satunya soal organisasi di bawahnya. Begitu juga dengan pembinaan dan peningkatan prestasi atlet.

"Dulu memang sempat stagnan. Tadi sekarang mulai kembali. Apalagi Indonesia merupakan tujuan peselancar dunia. Kita punya ombak yang bagus mulai dari timur hingga Sumatera," katanya menambahkan.

"Kita tinggal memaksimalkan saja sekarang. Kepengurusan pengprov juga mulai banyak. Ini adalah peluang. Tidak hanya untuk prestasi, tapi juga untuk mendukung pariwisata," kata pria yang juga atlet sekaligus pelatih surfing itu.

Sementara itu, Ketua KONI Pusat Marciano Norman mengatakan surfing merupakan olahraga yang juga menjadi penopang pariwisata sehingga mampu menggerakkan ekonomi.

Baca juga: Peselancar Indonesia terkendala visa El Salvador

"Bali, Nias merupakan daerah yang menjadi jujukan peselancar dunia. Dua daerah itu juga menjadi tujuan wisata. Kami harapkan PSOI bergerak cepat termasuk bekerjasama dengan media cetak maupun elektronik untuk publikasinya," katanya.

Menurut dia, perkembangan surfing di Indonesia dipastikan bakal pesat karena didukung dengan lokasi yang memenuhi standart. Karakter ombok hampir ada di sepanjang wilayah Indonesia.

Tidak hanya itu, mantan Ketua BIN menjelaskan masuknya surfing menjadi salah satu olahraga Olimpiade dan Indonesia mempunyai peluang untuk meraih prestasi terbaik.

"Harapannya pada Olimpaide 2032, ada medali emas selain dari bulu tangkis. Bisa angkat besi, panahan, bela diri maupun surfing," pungkar Marciano.

Baca juga: Pemerintah promosi potensi ombak Aceh melalui kejuaraan selancar
Baca juga: Nias Selatan jadikan selancar internasional agenda rutin tahunan

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Saat perempuan berkebaya berselancar di Pantai Kuta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar