Saham Korea Selatan menguat ikuti kenaikan di Wall Street

Saham Korea Selatan menguat ikuti kenaikan di Wall Street

Ilustrasi - Seorang pialang di Korea Exchange Bank berbicara dengan koleganya di depan layar pergerakan saham Indeks KOSPI, di Seoul, Korea Selatan. ANTARA/REUTERS/Truth Leem/am.

Seoul (ANTARA) - Saham Korea Selatan naik pada perdagangan Kamis, karena investor asing berbalik menjadi pembeli bersih menyusul kenaikan di Wall Street semalam.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 104,71 poin atau 3,5 persen menjadi 3.099,69. Volume perdagangan mencapai 1,25 miliar saham senilai 16,9 triliun won (15,3 miliar dolar AS).

KOSPI mengawali perdagangan dengan 1,05 persen lebih tinggi dan memperpanjang kenaikan sepanjang sesi karena investor asing dan institusi membeli saham masing-masing senilai 968,5 miliar won dan 977,5 miliar won.

Investor asing beralih menjadi pembeli bersih di pasar saham lokal karena saham AS menguat semalam menyusul kesaksian Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell kepada Kongres.

Investor ritel melepas saham bersih senilai 1,9 triliun won untuk mengunci keuntungan. Ini menandai penjualan harian terbesar oleh investor individu, melampaui tertinggi sebelumnya 1,68 triliun won pada Desember 2011.

Bank sentral Korea (BOK) memperkirakan produk domestik bruto (PDB) riil, yang disesuaikan dengan inflasi, tumbuh 3,0 persen tahun ini setelah berkontraksi 1,0 persen tahun lalu di tengah kejatuhan ekonomi dari pandemi COVID-19.

BOK mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemulihan konsumsi swasta akan ditunda tahun ini karena pandemi yang terus berlanjut dan pendapatan rumah tangga yang lesu, meskipun ekspor dan investasi akan berbalik pada pemulihan ekonomi global.

Bank sentral mempertahankan suku bunga acuan pada level terendah sepanjang masa di 0,50 persen pada pertemuan regulernya. Suku bunga tidak berubah sejak Mei tahun lalu.

Meskipun KOSPI naik, pengamat pasar khawatir tentang volatilitas di pasar saham.

Selama 37 hari perdagangan pertama tahun 2021, KOSPI berfluktuasi lebih dari 2 persen selama 23 hari. Hal tersebut mengindikasikan volatilitas tajam saham-saham lokal yang ditunjukkan dalam tiga dari lima hari perdagangan tahun ini.

Pada tahun 2020 ketika pandemi mengguncang pasar saham global, KOSPI bergerak lebih dari 2 persen dalam satu dari empat hari perdagangan.

Saham unggulan menguat. Penentu arah pasar Samsung Electronics, melonjak 4,0 persen dan raksasa chip memori SK hynix melonjak 9,2 persen. Raksasa biofarmasi Celltrion melonjak 9,2 persen, dan Samsung BioLogics, unit farmasi Samsung Group, naik 3,8 persen.

Produsen mobil terbesar Hyundai Motor naik 4,3 persen, dan perusahaan kimia terkemuka LG Chem naik 3,5 persen. Mesin pencari yang paling banyak digunakan Naver bertambah 2,4 persen, dan produsen baterai isi ulang Samsung SDI meningkat 2,5 persen.

Indeks KOSDAQ atas saham-saham berkapitalisasi kecil naik 29,90 poin, atau 3,30 persen, menjadi ditutup pada 936,21.

Mata uang lokal berakhir pada 1.107,8 won terhadap dolar AS, naik 4,4 won dari penutupan sebelumnya. Mata uang Korea Selatan terapresiasi karena pembelian asing atas saham domestik.

Harga obligasi berakhir beragam. Imbal hasil obligasi pemerintah tiga tahun yang likuid turun 1,1 basis poin menjadi 0,995 persen, tetapi imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun naik 3,3 basis poin menjadi 1,884 persen.

Baca juga: Saham Korea Selatan jatuh selama 3 hari karena aksi jual asing
Baca juga: Saham Korea Selatan melemah karena aksi jual investor asing
Baca juga: Saham Korea Selatan jatuh karena aksi jual investor asing


Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar