Pemkot Denpasar prioritaskan lansia vaksinasi COVID-19 tahap II

Pemkot Denpasar prioritaskan lansia vaksinasi COVID-19 tahap II

Petugas kesehatan memberi vaksin kepada lansia di Denpasar. ANTARA/I Komang Suparta

Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kota Denpasar Provinsi Bali memprioritaskan vaksinasi COVID-19 tahap II kepada warga lanjut usia (lansia) yakni 60 tahun ke atas dengan jumlah 52.144 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai di Denpasar, Kamis, mengatakan hingga kini program vaksinasi tahap II para lansia yang dimulai 23 Februari 2021 itu sebanyak 193 orang.

Baca juga: Indonesia-Inggris tegaskan komitmen kolaborasi program vaksinasi COVID

Dewa Rai lebih lanjut mengatakan seluruh lansia di Kota Denpasar berhak menerima vaksinasi COVID-19. Pendaftaran dapat dilakukan secara online pada http://denpasar.kemkes.go.id.

"Bagi lansia yang belum terdaftar dapat melakukan pendaftaran secara online dengan dibantu oleh sanak saudara," kata Dewa Rai yang juga Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar ini.

Baca juga: 365 orang di Mukomuko batal divaksin COVID-19

Ia mengatakan lansia agar tidak ragu untuk mengikuti vaksinasi COVID-19. Bagi para lansia yang belum mengetahui informasi tentang vaksinasi dapat menghubungi atau konsultasi dengan Puskesmas terdekat.

"Kami harapkan jangan ragu, bagi lansia yang masih ada keraguan dapat berkonsultasi dengan Puskesmas terdekat, sehingga mendapatkan informasi tentang pelaksanaan vaksinasi dengan baik dan benar," ujarnya.

Baca juga: KPK jelaskan alasan pemberian vaksin COVID-19 kepada tahanan

Sementara Wayan Budi seorang lansia mengaku ingin mendapatkan vaksinasi COVID-19 sebagai upaya antisipasi penyakit tersebut karena pandemi tersebut membuat ketakutan dirinya.

"Saya ingin mendapatkan vaksinasi COVID-19. Saya siap divaksin. Karena saya yakin vaksin tersebut dapat mencegah terjadinya penularan virus corona," ujarnya.

Pewarta: I Komang Suparta
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Denpasar gelar vaksinasi COVID-19 bagi tokoh agama, adat dan seniman

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar