BI Sultra sebut transaksi pembayaran QRIS capai Rp16,19 miliar

BI Sultra sebut transaksi pembayaran QRIS capai Rp16,19 miliar

Kepala Tim Implementasi Sistem Pembayaran Pengeloaan Uang Rupiah dan Managemen Interen BI Sultra Surya Alamsyah, di Kendari, Kamis (24/2/2021). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat nilai transaksi pembayaran menggunakan metode pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di provinsi tersebut mencapai Rp16,19 miliar.

Kepala Tim Implementasi Sistem Pembayaran Pengeloaan Uang Rupiah dan Managemen Interen BI Sultra Surya Alamsyah di Kendari, Kamis mengatakan nilai transaksi tersebut bersumber dari data pusat per Desember 2020.

"Dari nominal transaksi berdasarkan data yang kami peroleh dari kantor pusat memang tidak terlihat antara UMKM ataupun perorangan atau perusahaan besar tercatat sebesar Rp16,19 miliar," kata Surya.

Nominal transaksi pembayaran melalui metode QRIS tersebut tersebar di enam daerah dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.

Surya memaparkan pengguna QRIS terbesar berada di Kota Kendari dengan nominal transaksi Rp4,56 miliar dengan volume transaksi 7.208; kedua Kabupaten Konawe sebesar Rp3,29 miliar dengan volume transaksi 2.852; ketiga Kolaka Rp3,07 miliar dengan volume transaksi 2.835.

Berikutnya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dengan nilai transaksi Rp2,39 miliar dengan volume transaksi 2.231; kelima Kabupaten Bombana Rp1,97 miliar dengan volume transaksi 1.289 dan terakhir di Kabupaten Kolaka Utara nominal transaksi sebesar Rp0,80 miliar dengan volume transaksi 801.

Menurutnya dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara belum semua menggunakan QRIS karena beberapa penyebab di antaranya belum terbiasa melakukan transaksi pembayaran secara digital, adanya daerah yang memang belum terjangkau sepenuhnya atau belum bisa mengakses internet secara maksimal.

Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah daerah setempat dan juga kepada pihak Telkomsel ataupun Telkom.

"Sebetulnya sudah sebagian besar menggunakan QRIS cuma memang tidak seluruhnya telah terbiasa menggunakan QRIS," tutur dia.

Kata dia, pihaknya menargetkan di tahun 2021 sebanyak 69 ribu UMKM di provinsi tersebut bisa menggunakan metode pembayaran melalui QRIS dari target secara nasional 12 juta. Sementara yang sudah tercapai sebanyak 33 ribu.
Baca juga: BI Sultra targetkan 69 ribu UMKM gunakan pembayaran QRIS pada 2021
Baca juga: BI-Pemda Sultra kerja sama pemasaran digital produk UMKM lokal
Baca juga: BI: Pertumbuhan ekonomi Sultra tertinggi kelima nasional

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Targetkan pertumbuhan ekonomi 4,8%, BI punya 4 langkah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar