90,17 persen tenaga kesehatan di Sultra sudah divaksin COVID-19

90,17 persen tenaga kesehatan di Sultra sudah divaksin COVID-19

Ilustrasi - Vaksinasi jajaran OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di Rumah Sakit Bahteramas Kendari. ANTARA/Harianto.

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara menyampaikan sebanyak 18.428  atau 90,17 persen tenaga kesehatan di provinsi tersebut telah disuntik vaksin dari total 20.436 sasaran.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Jumat mengatakan program penyuntikan vaksin kepada tenaga kesehatan di provinsi tersebut sedang dilakukan di 17 kabupaten/kota baik dosis pertama dan kedua.

"Saat ini semua daerah sudah melakukan suntikkan dosis kedua. Per 25 Februari progresnya sudah 90,17 persen dari 20.436 sasaran," kata Rabiul.

Ia memaparkan, ke-17 daerah yang telah mendapat imunisasi vaksin COVID-19 di antaranya, Kota Kendari 4.073 dosis pertama dan 2.728 dosis kedua, Kabupaten Konawe 1.710 dosis pertama dan 1.005 dosis kedua, Kolaka 1.508 dosis pertama dan 1.376 dosis kedua.

Baca juga: Tantangan pencegahan COVID-19 di lapas/rutan Kemenkumham Sultra

Selanjutnya, Kabupaten Kolaka Utara 1.182 dosis pertama dan 704 dosis kedua, Bombana 889 dosis pertama dan 603 dosis kedua, Konawe Kepulauan 275 dosis pertama dan 183 dosis kedua, Kolaka Timur 650 dosis pertama dan 409 dosis kedua.

Kemudian, Konawe Selatan 1.194 dosis pertama dan 759 dosis kedua, dan Buton Tengah 571 dosis pertama dan 294 dosis kedua, Kota Baubau 1.377 dosis pertama dan 889 dosis kedua, Buton Selatan 535 dosis pertama dan 360 dosis kedua.

Berikutnya, Muna Barat 585 dosis pertama dan 351 dosis kedua, Buton Utara 583 dosis pertama dan 112 dosis kedua, Wakatobi 376 dosis pertama dan 82 dosis kedua, Buton 636 dosis pertama dan 190 dosis kedua, dan Kabupaten Muna 1.681 dan 41 dosis kedua kedua, dan kabupaten Konawe Utara ada 6.003 dosis pertama dan 10 dosis kedua.

"Dari target sasaran vaksinasi, ada yang ditunda yaitu 1.415, atau 2.209 persen dosis pertama dan kedua," jelasnya.

Baca juga: Pasien COVID-19 sembuh di Sultra menjadi 9.085 orang

Ia menegaskan, meskipun saat ini telah dilaksanakan program penyuntikan vaksin, tetapi masyarakat tetap diwajibkan menaati protokol kesehatan 3M, yakni yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan guna melindungi diri COVID-19.

"Karena penyuntikan ini masih diprioritaskan bagi tenaga kesehatan, maka kita minta kepada seluruh masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan ini," katanya.

Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan data pasien terkonfirmasi positif infeksi COVID-19 di provinsi itu hingga 25 Februari 2021 sebanyak 10.010 orang, pasien sembuh 9.165. orang, dan dinyatakan meninggal sebanyak 193 orang.

Baca juga: Gerindra Sultra salurkan Rp1,3 miliar untuk warga terdampak COVID-19
Baca juga: Wapres: Pemerintah jamin ketersediaan vaksin COVID-19 bagi masyarakat


 

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dinkes akui vaksinasi guru di Kota Cilegon baru sentuh 300 orang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar