Anggota DPR: Holding ultra mikro akan dorong pengembangan UMKM

Anggota DPR: Holding ultra mikro akan dorong pengembangan UMKM

Ilustrasi - Perajin menyelesaikan pembuatan kursi rotan di Kapetakan, Cirebon, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/wsj.

Maka ini akan sangat bagus dan membantu pengembangan UMKM. Apalagi, di saat pandemi seperti sekarang ini, UMKM adalah sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi. Ini adalah sesuatu yang positif, dan karena ini baik maka kami (DPR) siap mendukung
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VI DPR RI Siti Mukaromah menilai rencana pemerintah membentuk induk usaha (holding) ultra mikro akan mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Jika holding yang melibatkan tiga BUMN, yakni PT Bank BRI (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) itu terealisasi, akan dapat menjadi secercah harapan bagi pengembangan UMKM kita," ujar Siti Mukaromah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Legislator tersebut mengatakan bahwa salah satu masalah yang dihadapi para pelaku UMKM hingga saat ini adalah belum terbukanya akses pembiayaan bagi sektor usaha tersebut.

Hal itu terlihat dari sekitar 57 juta pegiat dan pelaku UMKM di Indonesia, masih ada sekitar 30 juta UMKM belum dapat mengakses modal kepada sumber pendanaan formal.

"Maka ini akan sangat bagus dan membantu pengembangan UMKM. Apalagi, di saat pandemi seperti sekarang ini, UMKM adalah sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi. Ini adalah sesuatu yang positif, dan karena ini baik maka kami (DPR) siap mendukungnya," katanya.

Kendati demikian, Siti Mukaromah mengatakan syarat dari semua itu adalah perencanaan harus bagus, implementasinya juga harus tepat, serta pengawasannya juga harus ketat.

Menurut dia, tiga perusahaan yang terlibat holding ultra mikro yakni BRI, PNM, dan Pegadaian harus bersinergi dan membagi peran secara baik. Proses bisnis, profitabilitas, efisiensi, serta beban dana (cost of fund) harus dipersiapkan dengan matang sebelum integrasi dilakukan.

"Jika akses modal terbuka bagi UMKM, tentu akan dapat mendukung percepatan laju inklusi keuangan dan biaya berkelanjutan bagi pelaku UMKM," katanya.

Baca juga: Indef: Holding BUMN ultra mikro bisa lepaskan dari rentenir

Baca juga: Pegadaian dan PNM nilai integrasi BUMN ultra mikro banyak manfaat

Baca juga: Menkeu: Pemerintah bentuk "holding" dukung ekosistem ultramikro

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komisi IV pastikan stok beras Sumbar jelang Ramdhan aman

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar