Pengamat ajak pihak terkait tingkatkan literasi ekonomi syariah

Pengamat ajak pihak terkait tingkatkan literasi ekonomi syariah

Ilustrasi - Pekerja menutup logo bertuliskan Bank Syariah Indonesia di Jakarta, Rabu (27/1/2021). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi mengeluarkan izin penggabungan usaha tiga bank syariah milik BUMN. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.

Jakarta (ANTARA) - Pengamat ekonomi IPB University Irfan Syauqi Beik mendorong para pemangku kepentingan untuk meningkatkan literasi ekonomi syariah di Indonesia.

Irfan kepada wartawan di Jakarta, Jumat, mengutip hasil survei Kementerian Agama tahun 2020 bahwa indeks literasi perekonomian syariah masyarakat Indonesia masih berada pada posisi yang rendah.

"Di sisi lain produk keuangan syariah sudah sangat beragam dan kompleks. Sehingga hal yang sangat penting untuk dilakukan adalah sosialisasi dan edukasi agar pemahaman publik bisa meningkat," kata dia.

Selain itu, Irfan mengatakan selain peningkatan literasi perlu ada upaya mendorong peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia ekonomi syariah.

Baca juga: Dorong transformasi, OJK sebut sulit cari pimpinan perbankan syariah

Baca juga: OJK luncurkan peta jalan kembangkan perbankan syariah


Menurut dia, peningkatan literasi perlu didorong untuk meningkatkan ekonomi syariah syariah. Sedangkan kapasitas SDM akan meningkatkan profesionalisme ekonomi syariah.

Sementara itu, Guru Besar Ekonomi Syariah Universitas Airlangga Raditya Sukmana mengatakan salah satu solusi upaya peningkatan kapasitas SDM perekonomian syariah yaitu dengan integrasi antara perguruan tinggi dan lembaga perekonomian syariah.

“Selama di perkuliahan, mahasiswa program studi ekonomi syariah bisa diberi kesempatan untuk menimba ilmu sekaligus praktik di lembaga-lembaga perekonomian syariah. Sehingga ketika lulus mereka akan mampu segera bertugas karena jarak antara teori dan praktik tidak lagi menjadi hambatan," katanya.

Sebelumnya, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin dalam beberapa kesempatan mengatakan sistem ekonomi syariah memiliki keunggulan karena menerapkan sistem ekonomi berkeadilan, terbuka serta memiliki ketangguhan dalam menghadapi badai ekonomi seperti pandemi saat ini.

Wapres mengatakan ekonomi syariah memiliki salah satu pilar yaitu dana sosial seperti zakat, infak dan wakaf yang mampu menguatkan ekonomi.

"Dari zakat saja potensinya lebih dari Rp100 triliun per tahun. Dengan segala keunggulan ini maka perekonomian syariah memiliki potensi yang besar dalam mendorong pemberdayaan perekonomian masyarakat dan tentunya perekonomian nasional," kata dia.*

Baca juga: Ini menurut Wapres tantangan terbesar Bank Syariah Indonesia

Baca juga: Wapres buka Rakernas Bank Syariah Indonesia, ini pesannya

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ekonom: Anggaran perlindungan sosial harus tersalurkan secara efektif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar