Pakar: Kerumunan di NTT tak bisa jadi dalih bebaskan Rizieq Shihab

Pakar: Kerumunan di NTT tak bisa jadi dalih bebaskan Rizieq Shihab

Pakar Hukum Pidana dari Universitas Indonesia Indriyanto Seno Adji. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj/aa.

Kerumunan terjadi tanpa kesengajaan, masyarakat datang secara spontan tanpa ada undangan.
Jakarta (ANTARA) -
Kerumunan warga menyambut Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Maumere, Nusa Tenggara Timur, tidak bisa menjadi dalih untuk membebaskan Rizieq Shihab dari proses hukum, kata pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia Indriyanto Seno Adji.

Indriyanto Seno Adji di Jakarta, Jumat, menilai kerumunan di Maumere dan di Petamburan saat Rizieq menikahkan anaknya berbeda.
 
Ia mengatakan bahwa kerumunan massa saat kedatangan Jokowi di Maumere tidak memiliki basis yang elementer adanya peristiwa pidana. Kerumunan terjadi tanpa kesengajaan, masyarakat datang secara spontan tanpa ada undangan.
 
Oleh karena itu, menurut Indriyanto, wajar polisi menolak laporan masyarakat atas peristiwa kerumunan di Maumere.
 
"Permintaan pembebasan tersebut jelas tidak beralasan karena penahanan RS (Rizieq Shihab) justru ada basis elementer, niat yang kuat untuk melakukan pelanggaran atas larangan dalam regulasi, yaitu tindak pidana. Memang ada niat melakukan pelanggaran hukum atas larangan normanya," katanya.

Baca juga: Irma: Kunjungan Presiden ke NTT untuk kerja, bukan kumpulkan massa
 
Menurut Indriyanto, kerumunan warga saat kedatangan Jokowi pun tidak perlu menjadi polemik karena Presiden Jokowi tidak menciptakan stigma pelanggaran hukum.
 
Aktivis sosial politik Ferdinand Hutahaean berpendapat desakan agar polisi membebaskan Rizieq Shihab bila Jokowi tidak dipidana terkait dengan kerumunan di Maumere hanya mengada-ada. Pendukung tidak mengetahui secara utuh mengapa Rizieq ditahan.
 
"Rizieq Shihab ditahan dengan banyak kasus dan beberapa pasal, termasuk penghasutan dan kebohongan tentang Rumah Sakit UMMI. Jadi, bukan hanya soal menciptakan kerumunan dan keramaian secara sadar," kata Ferdinand.
 
Ferdinand yakin kuasa hukum Rizieq akan memanfaatkan isu kerumunan di NTT saat pembelaan di persidangan nanti.
 
"Saya yakin hal itu tak akan berguna dan tidak akan memengaruhi penilaian hakim dalam menjatuhkan vonis," ujarnya.

Baca juga: Ruhut: Jokowi ajak masyarakat pakai masker saat kunjungan ke NTT

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Densus 88 tangkap Munarman

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar