NTB dan PLN hadirkan 152 kendaraan listrik buatan IKM

NTB dan PLN hadirkan 152 kendaraan listrik buatan IKM

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zulkieflimansyah didampingi General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Lasiran pada peluncuran Era Kendaraan Listrik Untuk NTB Gemilang di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Jumat (27/2/2020). ANTARA/Nur Imansyah.

ini adalah tuntutan dunia
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama PLN menghadirkan sebanyak 152 kendaraan listrik buatan industri kecil menengah (IKM) di provinsi itu.

"Bersinergi dengan PT PLN, sebanyak 152 jumlah kendaraan listrik telah dibuat IKM NTB menjadi bukti bahwa kami mampu dan siap memanfaatkannya untuk memberikan kontribusi baik bagi bumi," kata Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, saat meluncurkan Era Kendaraan Listrik Untuk NTB Gemilang, di Mataram, Jumat.

Zulkieflimansyah menyatakan, era kendaraan listrik tidak bisa dihindari. Bahkan, Joe Biden, Presiden Amerika Serikat, program pertamanya melarang penggalian bahan bakar fosil kembali, karena dalam waktu yang tidak terlampau lama negara Amerika Serikat, Eropa bahkan China akan menggunakan kendaraan berbahan bakar listrik.

"Jadi kita bukan latah ikut-ikutan bahwa NTB akan menggunakan mobil dan motor listrik, tetapi ini adalah tuntutan dunia," ucapnya.

Baca juga: PLN NTB siapkan infrastruktur pendukung kendaraan bermotor listrik

Doktor Zul juga memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat NTB, karena telah berhasil membuktikan kepada dunia, bahwa NTB mampu membuat berbagai inovasi yang bisa bersaing di kancah internasional, seperti kendaraan listrik, coldstorage, alat tes cepat antigen dan lain sebagainya.

"Kita buat motor listrik di NTB untuk menunjukkan kepada dunia. Jangankan produk sederhana, kalau dikasih kesempatan, UKM kita bisa memproduksi coldstorage, motor listrik, bahkan kemarin dunia menjadi saksi Universitas Mataram mampu membuat alat tes antigen buatan NTB sendiri," katanya.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Lasiran, mengatakan PLN ingin menunjukkan bahwa kendaraan listrik telah hadir di NTB sesuai dengan program NTB Gemilang yakni menghadirkan NTB bersih dari polusi.

"Kami mengusulkan untuk membentuk komunitas kendaraan listrik Mataram sehingga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa penggunaan kendaraan listrik jauh lebih baik karena banyak sekali manfaat, antara lain lebih hemat dan menghadirkan energi bersih," kata Lasiran.

Baca juga: Mengintip motor listrik "Made in NTB"

Siapkan SPKLU
Sementara itu, Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi Maluku Papua dan Nusa Tenggara, Syamsul Huda, berharap agar kendaraan listrik di NTB dapat terus berkembang sehingga dari PLN akan terus memberikan dukungan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk memudahkan kendaraan listrik mengisi energi.

"PLN telah menyiapkan 170 SPKLU, yakni tempat untuk pengisian baterai yang tersebar di wilayah NTB. Kami juga berharap agar NTB dapat terus menambah armada kendaraan listrik sehingga kami dapat terus mendukungnya," ucapnya.

Pada acara tersebut juga dilakukan pemberian penghargaan atas dukungan mewujudkan NTB Asri dan Lestari kepada PLN dan pengukuhan Komunitas Kendaraan Listrik Mataram, yakni Mandalika dan pemberian penghargaan kepada pelopor kendaraan listrik bebas polusi di NTB yang diterima oleh Matriks B dari Bima, SMKN 3 Mataram, SMKN SMKN 1 Lingsar, Lebui, NgebUTS, motor sampah listrik solar cell, Grab, Gesit dan Gojek.

Salah satu kendaraan listrik yang mengundang perhatian adalah Dokar Listrik (Dolis). Kepala Sekolah SMKN 3 Mataram Ruju Rahmat, menjelaskan bahwa Dolis ini dibentuk oleh tiga jurusan yakni jurusan otomotif, kelistrikan dan pengelasan yang dibuat selama 4 - 5 bulan.

Baca juga: Gubernur NTB coba motor ramah lingkungan karya siswa SMKN 1 Lingsar

"Dolis ini nantinya akan menjadi angkutan alternatif minimal di kawasan khusus yakni di kawasan wisata, seperti Gili dan  kawasan hotel," katanya.

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sepeda motor UTS diusulkan jadi kendaraan resmi di Sirkuit Mandalika

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar