Gempa M 5,2 Halmahera Selatan juga merusak RSUD dan rusunawa

Gempa M 5,2 Halmahera Selatan juga merusak RSUD dan rusunawa

Ilustrasi - Kondisi infrastruktur di Gane Kabupaten Halmahera Selatan yang rusak akibat guncangan gempa bumi pada Juli 2019. ANTARA/Abdul Fatah

Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan melaporkan gempa magnitudo 5,2 pada Jumat (26/2) petang selain merusak 60 rumah penduduk juga merusak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan rusunawa.

Siaran pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dikutip di Jakarta, Sabtu, menyebutkan bangunan fasilitas pemerintah lain di Halmahera Selatan yang ikut rusak ringan yaitu kantor pengadilan agama, satu unit bangunan kompi D TNI, dan satu unit bangunan dinas perumahan dan pemukiman.

Data dari BPBD Halmahera Selatan mencatat belum ada laporan korban meninggal akibat gempa ini. Gempa mengakibatkan tiga warga luka ringan dan sebanyak 45 KK atau 169 jiwa mengungsi. BPBD setempat masih terus melakukan pendataan terhadap dampak gempa dengan magnitudo 5,2.

Baca juga: BNPB: 60 rumah rusak ringan pascagempa M 5,2 Halmahera Selatan

BPBD melakukan upaya penanganan darurat pasca terjadinya gempa, antara lain kaji cepat dan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait, termasuk TNI dan Polri. Dalam upaya memberikan pelayanan kepada warga penyintas, BPBD telah mendirikan tenda-tenda keluarga untuk warga maupun pasien yang sedang dirawat di RSUD Labuha.

Petugas BPBD di lapangan mengimbau warga untuk tidak panik serta segera menghindari tertimpa bangunan apabila gempa susulan terjadi.

Sebelumnya, BNPB melaporkan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 5,2 terjadi pada Jumat (26/2), pukul 18.02 WIB. Gempa memicu guncangan kuat hingga warga Labuha di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, merasakannya.

BPBD Kabupaten Maluku Utara melaporkan guncangan kuat dirasakan warga di Desa Labuha. Guncangan kuat terjadi selama dua hingga tiga detik di desa tersebut. Warga sempat panik dan berhamburan keluar rumah akibat guncangan kuat dan menyebabkan listrik padam.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis parameter gempa M 5,2 terjadi pada kedalaman 10 km dengan pusat gempa berada 11 km timur laut Labuha di wilayah Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan pemodelan, gempa ini tidak memicu terjadinya tsunami.

Baca juga: 77 unit sarana fasilitas Pemerintah Mamuju rusak akibat gempa
Baca juga: TNI bersihkan bangunan sekolah roboh di Kota Mamuju Sulbar

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Potensi gempa susulan, warga Nias diimbau tingkatkan kewaspadaan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar